Atlet Popda Banyumas Berangkat Tanpa Uang Saku
Ilustrasi
PURWOKERTO-Dukungan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui OPD terkait terhadap langkah atlet pelajar asal Banyumas di Popda Karesidenan di Cilacap tahun 2020 dikeluhkan. Salah satu contoh dialami Saelan Chandra Putra.
Atlet pelajar yang tergabung dalam tim Sepakbola Banyumas ini turut mengharumkan nama Kabupaten Banyumas dengan menjadi juara 1 Popda Karesidenan 2020 cabor Sepakbola bersama timnya. Dirinya mengaku berangkat dengan tidak menerima uang saku.
"Saya tidak menerima (uang saku,red). Iya biaya sendiri ke sananya," kata penjaga gawang tim Sepakbola Banyumas, Saelan Chandra Putra ketika dikonfirmasi Radarmas.
Meski berangkat dengan biaya sendiri, prestasi yang dibawa pulang layak diapresiasi dan diganjar reward dari pemerintah daerah. Bagaimana tidak, dengan atau tanpa uang saku, Saelan bersama rekan-rekannnya yaitu Juan, Desta, Wahyu, Ficky, Tegar, Yoda dan Restu di belakang serta Zaidan, Daffa, Lukman, Fadhil, maldini, Rakha, Imam dan Amin di depan mampu menangd ari tim Sepakbola Purbalingga dengan skor 4-1 pada final yang berlangsung Kamis (27/2) sore di Stadion Wijayakusuma.
Atas kemenangan tersebut selain keluar sebagai yang terbaik, Saelan CS juga berkesempatan maju ke Popda tingkat Provinsi Jateng.
"Belum tahu kapan maju ke Popda tingkat provinsinya," jawab dia.
Kabid Keolahragaan Dinporabudpar Banyumas, Taufik Wijatmoko S.Sos M.Si membantah hal tersebut. Dalam jawaban resminya di Lapak Aduan Banyumas dirinya menyampaikan untuk pemberangkatan Popda Karesidenan 2020 di Cilacap, semua atlit memperoleh hak yang sama terkait uang saku yaitu Rp 100.000 per atlit dan pelatih Rp 150.000 (termasuk uang makan) yang diterimakan melalui pelatih/official ketika akan berangkat ke Cilacap. Pemerintah tidak membeda-bedakan cabor apapun. Dengan pertimbangan jarak yang tidak terlalu jauh, maka semua atlit diputuskan tidak menginap. Bagi cabor yang memutuskan untuk menginap menjadi tanggung jawab (kesepakatan) masing-masing offisial tim, pelatih dan atlit. Pertimbangan lainnya ialah anggaran yang dibutuhkan untuk pemberangkatan atlit Popda ke tingkat provinsi tahun ini semakin besar karena ada tambahan 2 cabor baru yaitu Kempo dan Sepatu Roda.
"Diberilah (uang saku, red). Tanya ke pelatihnya. Masa tidak diberi. Atlit dan pelatih ya diberi," pungkas Taufik. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

