Banner v.2

Andi In, Dimas Ekky Out

Andi In, Dimas Ekky Out

JAKARTA- Honda Team Asia (HTA) akhirnya lelah melihat wakil Indonesia melempem di pentas Moto2 World Championship. Musim depan giliran Andi Farid Izdihar akan menjadi delegasi Indonesia di kelas intermediate tersebut. Pengumuman itu disampaikan HTA dalam unggahan Instagramnya, kemarin (5/11). Pembalap 22 tahun kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan akan menggantikan Dimas Ekky Pratama yang gagal bersinar bersama Honda Team Asia. "Pemuda Indonesia berusia 22 tahun itu akan ambil bagian di Moto2 World Champuonship dan akan melengkapi line up tim musim depan bersama Somkiat Chantra," tulis HTA di media sosial Instagram. Dua kali berkutat di ruang pemulihan membuat Dimas Ekky Pratama tak mampu melenggang bersama Honda Team Asia. Dari 18 seri, pembalap asal Depok, Jawa Barat itu hanya tampil dalam 10 kesempatan. Menjelang seri terakhir di Valencia, Dimas belum sekalipun mencetak poin buat timnya. Rekor terbaiknya yakni finis ke-18 saat GP Malaysia akhir pekan lalu. AHM mengambil peran penting buat perjalanan balap Gilang. Dia menjadi bagian Astra Honda Racing School (AHRS), sebuah program pembinaan pembalap belia dalam naungan AHM pada 2010. Sepuluh tahun berselang, Gilang akan tampil semusim penuh di Moto2, satu kelas di bawah MotoGP. Dia juga punya sederet pengalaman membalap di pentas internasional. Yakni, Asia Talent Cup, Asia Road Racing Championship, hingga FIM CEV Moto2 European Championship Selama dua musim dia tampil di Asia Talent Cup, 2016-2017. Selanjutnya dia mendapatkan kesempatan turun di ajang FIM CEV Moto3 Junior World Championship. Pada dua musim beruntun, pembalap 22 tahun itu gagal bersinar. Tetapi, dia berhasil membayar keraguan saat diberikan kesempatan turun di FIM VEC Moto2 European Championship tahun ini. Padahal sebelumnya dia tidak diplot tampil di ajang tersebut. Gerry Salim, rider binaan AHM lainnya lah yang diproyeksikan tampil semusim penuh dalam balapan yang menjadi jembatan pembalap muda menuju Moto2 World Championship. Sedangkan Gilang membalap di ARRC kelas SS600. Dia baru turun sejak race ketiga di seri Catalan. Sejauh ini Gilang baru membalap dalam lima kali race. Hasilnya, koleksi 36 poin menjadi capaian terbaiknya, lebih baik dari torehan Gerry yang mengumpulkan 26 poin dari 8 kali balapan. Finis di posisi ke-7 saat balapan di Albacete, Spanyol menjadi prestasi terbaik Gilang musim ini. Musim ini, dia mendapatkan kesempatan tampil di Moto2 World Championship GP San Marino. Gilang menggantikan posisi Dimas Ekky saat bergulat dengan cedera. Hasilnya, dia berhasil finis ke-24. Sederet pengalaman membalap di pentas internasional itu menjadi modal penting buatnya. (dbs/fin/tgr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: