Mayoritas Atlet Penerima Insentif Malas Latihan
PURWOKERTO - Proses pembinaan atlet di Kabupaten Banyumas di 2015 belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Pasalnya dari 200 atlet penerima insentif, hanya 20 persen atlet yang berlatih sesuai jadwal dan syarat yang telah ditentukan.
Ketua Umum KONI Kabupaten Banyumas, Drs Sukardi M.Or kepada Radarmas mengatakan bahwa untuk mengatasi hal tersebut pada tahun ini KONI Kabupaten Banyumas akan lebih ketat dalam melakukan pemantauan proses pembinaan atlet di setiap cabor.
"Tidak usah menunggu lama-lama. Kalau ada atlet yang dari hasil monitoring tidak latihan selama dua minggu dan untuk pelatih tidak melatih selama satu bulan, maka mereka langsung kita coret sebagai penerima insentif. Bahkan kondisi saat ini di lapangan ada satu cabor yang pelatih dan atletnya jarang latihan tetapi insentifnya berjalan terus. Inilah yang tidak boleh terulang kembali," katanya.
Dilanjutkannya, saat ini KONI Kabupaten Banyumas sedang mematangkan konsekuensi apa yang diterima pelatih ketika yang bersangkutan jarang datang bahkan tidak pernah datang ketika ada rapat pelatih yang digelar oleh KONI Kabupaten Banyumas. "Seperti rapat dengan pelatih beberapa hari lalu, dari yang saya undang sekitar 50 orang yang hadir tidak sampai 20 orang," sambung dia.
Wakil Ketua Umum 2 KONI Kabupaten Banyumas, M syafe'i SPd menambahkan, berdasarkan hasil monitoring, dari 200 atlet penerima insentif, hanya 20 persen saja yang baru datang berlatih sesuai jadwal dan syarat yang telah dibuat. "Pernah terjadi setelah menerima insentif, atlet yang bersangkutan justru tidak datang berlatih selama 1 minggu. Oleh karena itu saya mengusulkan agar insentif atlet diganti saja dengan biaya bantuan latihan. Untuk atlet sebesar Rp 30 ribu setiap 1 kali latihan dan pelatih Rp 40 ribu. Menurut saya cara ini akan lebih efektif di lapangan," tutupnya. (yda/bdg)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

