Laga Panas Banjaranyar Bungkam Kedondong 2-0
Pemain Ampera FC nomor 15, Iqbal berebut bola dengan pemain Hamba FC nomor 27, Zaan, saat menggiring bola, Minggu (7/7/2025).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Babak delapan besar kedua antara Hamba FC Banjaranyar versus Ampera FC Kedondong dimenangkan oleh Banjaranyar dengan skor 2-0.
Di babak pertama, kick off dimulai pukul 16.04 WIB. Berada di sisi timur lapangan, Hamba FC mengambil inisiatif menyerang lebih awal. Manuver pemain depan bernomor punggung 21, Krisna langsung mengancam pertahanan Ampera FC yang dikomandoi Faiq.
Dianggap terlalu membahayakan gawang Kedondong yang dijaga Bilal pada menit ke-3, Krisna pun dilanggar di kotak terlarang dengan keputusan pinalti untuk Banjaranyar. Angga selaku eksekutor bertugas dengan baik mengarahkan bola ke sisi kanan Bilal untuk keunggulan 1-0 Hamba FC.
Coba mengimbangi serangan, hingga berakhirnya babak kedua pukul 16.35 WIB tak ada gol tercipta dari Fardhan CS.
BACA JUGA:Faktor Luck, Sokaraja Kulon Kalah 0-1 Dari Sokaraja Tengah
Lanjut ke babak kedua pukul 16.44 WIB, awal pertandingan masih didominasi serangan Bintang CS. Palang pintu Ampera FC, Faiq sibuk menghalau umpan-umpan terobosan dari Bintang ke jantung pertahanan Kedondong hingga akhirnya striker Hamba FC menambah gol kedua Banjaranyar.
Kedudukan 2-0 bertahan hingga menit ke-25 babak kedua sebelum kericuhan yang memantik emosi official Ampera FC datang.
Berjalan damai hingga menjelang akhir babak kedua, pertandingan yang hanya tersisa lima menit ricuh karena ulah penonton tidak dikenal dari arah bench pemain Banjaranyar yang menghampiri pelatih dan official Ampera FC.
Dengan kesigapan petugas pengamanan dari panitia kecamatan, desa, Kepolisian dan TNI, satu penonton tak dikenal bergaya mabok yang menjadi biang kerok mampu diamankan keluar dari area lapangan. Tertunda sekitar lima menit, kedua tim sepakat melanjutkan pertandingan dengan skor akhir 2-0 untuk keunggulan Hamba FC.
BACA JUGA:Banjaranyar vs Kedondong, Duel Dua Tim Tangguh
Pelatih Hamba FC, Lukito menilai penalti di menit-menit awal bagi Hamba FC berbau kontroversial. Kontak fisik antara pemain belakangnya dengan striker Ampera FC untuk menghalau bola terjadi saat bola sudah lepas dan tidak dalam penguasaan pemain depan. Penalti yang begitu cepat mengoyak gawang Bilal nyatanya merontokkan mental Faiq CS.
"Kami terima kekalahan. Sedikit catatan kami sampaikan agar bisa menjadi bahan evaluasi panitia," katanya.
Disinggung mengenai kisruh di depan bench pemain dan official Ampera FC jelang berakhirnya babak kedua karena adanya penonton tak dikenal yang ujug-ujug mendekat ke bench dan memprotes dirinya. Merasa tidak salah, officialnya tidak terima dan akhirnya sempat muncul kericuhan.
"Kami protes kepada wasit karena pemain kami dilanggar keras tetapi tidak ada apa-apa di lapangan. Tiba-tiba penonton yang tidak dikenal mendekati saya dan malah memprotes saya. Saya juga kaget siapa orang tersebut. Infonya bukan official Banjaranyar," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

