Banner v.2

Keluarga Diminta Tidak Jemput Jemaah Haji

Keluarga Diminta Tidak Jemput Jemaah Haji

MENUJU JAMARAT: Jemaah haji dari berbagai negara di terowongan Mina. Mulai kemarin (11/7), sebagian jemaah haji Indonesia sudah kembali ke Makkah (MEDIA CENTER HAJI) RADARBANYUMAS, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meminta kepada keluarga jemaah haji di Indonesia tidak melakukan penjemputan saat kepulangan baik di bandara maupun asrama haji. Rencananya pemulangan jemaah akan dilakukan mulai 15 Juli 2022. Plh Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Waryono Abdul Ghafur mengatakan, himbauan ini dikeluarkan karena penyebaran Covid-19 kembali meningkat. Keluarga disarankan untuk melakukan penjemputan di kota atau kabupaten masing-masing. "Jadi keluarga tidak perlu jemput ke bandara dan juga di debarkasi, tapi penjemputannya di masing-masing kabupaten dan kota masing-masing,” kata Waryono kepada wartawan, Rabu (13/7). https://radarbanyumas.co.id/jamaah-haji-sehat-tak-perlu-karantina-saat-tiba-di-indonesia/ Pembatasan penjemputan juga dilakukan karena sebelum pulang ke daerahnya masing-masing, jemaah akan dicek suhu tubuhnya, setibanya di Tanah air. Jemaah dengan suhu tinggi (demam), akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan dengan antigen atau PCR. Sementara itu, Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Yudhi Pramono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan posko kesehatan di setiap bandara kepulangan jemaah haji Indonesia. MENUJU JAMARAT: Jemaah haji dari berbagai negara di terowongan Mina. Mulai kemarin (11/7), sebagian jemaah haji Indonesia sudah kembali ke Makkah (MEDIA CENTER HAJI) Selain itu, mereka juga menyiapkan ambulans dan rumah sakit bila ditemukan jemaah haji dalam keadaan darurat kesehatan. "Di asrama haji, kami siapkan tim untuk memeriksa jemaah haji yang baru datang. Jadi mereka akan melakukan screening secara menyeluruh," katanya. "Apabila ditemukan gejala-gejala Covid-19 maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yakni antigen atau PCR. Apabila ditemukan reaksi ringan maka akan dilakukan isolasi oleh satgas Covid daerah. Apabila ditemukan reaksi berat maka akan dilarikan ke rumah sakit yang telah ditetapkan," pungkasnya. Tim kesehatan terus mengidentifikasi jamaah haji yang bisa dipulangkan lebih cepat ke Tanah Air (tanazul). Sebagian besar punya penyakit jantung dan mengalami serangan jantung di Arab Saudi. "Rata-rata yang akan kita usulkan tanazul mereka yang punya penyakit jantung dan alami serangan jantung di Arab Saudi, dan saat ini kita rawat di KKHI Mekkah," kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah Muhammad Imran di Mekkah, Rabu (13/7). Selain didominasi penyakit jantung, ada juga jamaah dengan komorbid penyakit diabetes dan paru-paru. https://radarbanyumas.co.id/jemaah-haji-indonesia-yang-meninggal-bertambah-41-orang-meninggal/ "Mereka ini dikhawatirkan apabila tinggal lebih lama dan melakukan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi, akan mendapat serangan jantung kembali. Maka kami usulkan tanazul lebih awal," katanya. MENUJU JAMARAT: Jemaah haji dari berbagai negara di terowongan Mina. Mulai kemarin (11/7), sebagian jemaah haji Indonesia sudah kembali ke Makkah (MEDIA CENTER HAJI) Lebih lanjut, Imran mengatakan proses identifikasi terus berlangsung dan datanya sangat dinamis serta terus diperbarui penilaian ulang agar kondisi jamaah benar-benar laik untuk perjalanan dengan pesawat selama 9-11 jam. "Nanti akan kami usulkan ke Daker Mekkah untuk mendapatkan kursi, mudah-mudahan di penerbangan hari pertama atau kedua ada jamaah kita yang bisa mengikuti proses tanazul tersebut," tambah Imran. Sebagai informasi, jamaah haji gelombang pertama mulai bertolak ke Tanah Air pada 15 dan 16 Juli 2022 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Untuk memastikan jamaah terjaga kondisinya selama penerbangan, jamaah dengan kondisi tertentu seperti penyakit jantung menggunakan pacemaker (alat pacu jantung), misalnya dilakukan pemasangan pacemaker permanen di Arab Saudi perlu pengawasan lebih baik, terutama pada saat akan terbang, karena pacamaker membutuhkan penanganan khusus di pesawat. Begitu juga dengan jamaah yang menjalani operasi jantung pemasangan cincin di Arab Saudi juga perlu pengawasan yang lebih ketat. "Alhamdulillah, sejauh ini jamaah yang sudah kita usulkan tanazul awal kondisinya stabil dan tidak membutuhkan alat khusus kecuali melanjutkan terapi obat-obatan yang bisa dikonsumsi pada saat penerbangan," katanya. Sebelumnya, sebanyak 51 haji Indonesia diusulkan mengikuti tanazul atau mutasi antarkelompok terbang (kloter) untuk kepulangan jamaah haji karena alasan tertentu. (jpc)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: