Banner v.2

Juni-Juli Muncul Tiga Fenomena Antariksa Langka Sekaligus

Juni-Juli Muncul Tiga Fenomena Antariksa Langka Sekaligus

Ilustrasi fenomena (Istimewa) JAKARTA –Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan adanya tiga fenomena antariksa yang cukup langka. Tiga fenomena itu terjadi dalam periode Juni hingga Juli. Ketiga fenomena antariksa langka itu adalah Purnama Stroberi Super, Bulan Baru Stroberi Mikro, dan Purnama Rusa Super. Fenomena antariksa langka itu diawali Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon). Kemudian disusul Bulan Baru Stroberi Mikro (New Strawberry Supermoon), lalu Purnama Rusa Super (Full Buck Supermoon). ”Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon) merupakan purnama yang terjadi pada Juni. Sedangkan Purnama Rusa Super (Full Buck Superrmoon) adalah purnama yang terjadi pada Juli. Definisi ini juga dipakai untuk fase bulan baru,” ujar Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang. Dia menjelaskan, penamaan itu berasal dari The Farmer’s Almanac (Almanak Petani Amerika). Pada Juni, di Amerika dilakukan panen stroberi. Sedangkan pada Juli rusa jantan muda mulai tumbuh tanduknya. ”Jadi penamaan ini sebenarnya berasal dari penanda musim dan perilaku hewan yang timbul pada musim-musim tertentu bagi penduduk asli Amerika,” terang Andi Pangerang. Menurut Andi, penyebab sebenarnya purnama kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Bulan Purnama Super (Full Supermoon) atau yang secara teknis disebut Purnama Perige (Perigeal Full Moon). Sedangkan untuk Bulan Baru Stroberi bertepatan dengan Bulan Baru Mikro (New Micromoon) atau Bulan Baru Apoge (Apogeal New Moon). https://radarbanyumas.co.id/di-cilacap-fenomena-langka-super-blood-moon-akan-muncul-pada-26-mei-total-berlangsung-18-menit-44-detik/ ”Bulan Baru Mikro kali ini diapit dua Bulan Purnama Super yang terjadi pada dua bulan berturut-turut,” papar Andi Pangerang. Ilustrasi fenomena (Istimewa) Fenomena itu terakhir kali terjadi pada 2004 dan 2013. Sehingga bisa dikatakan fenomena tersebut terjadi setiap sembilan tahun sekali. Fenomena itu akan terjadi kembali pada 2031 dan 2040. Andi membeberkan, Purnama Stroberi Super akan terjadi pada 14 Juni, pada pukul 18.51 WIB/19.51 wita/20.51 WIT, pada jarak 357.368 KM. Sedangkan Bulan Baru Stroberi Mikro akan terjadi pada 29 Juni, pukul 09.52 WIB/10.52 wita/11.52 WIT, pada jarak 406.569 KM. Lalu, untuk Purnama Rusa Super akan terjadi pada 14 Juli, pukul 01.57 WIB/02.57 wita/03.57 WIT, pada jarak 357.418 KM. Andi menambahkan, untuk Bulan Baru Stroberi Mikro tidak dapat disaksikan sebelum matahari terbit. Sebab, terbitnya yang lebih lambat dibandingkan matahari dan permukaan bulan yang menghadap bumi tidak terkena cahaya matahari sehingga tampak gelap. ”Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya bulan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya,” tutur Andi Pangerang. Fenomena itu bisa diamati tanpa perlu bantuan alat optik apapun. Kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video. (jpc)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: