PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Tapi Tak Ada Daerah Level 4
Ilustrasi PPKM (istimewa)
JAKARTA - Tren kasus penyebaran Covid-19 pada pertengahan bulan suci Ramadan ini terpantau terus mengalami penurunan.
Penurunan jumlah kasus Covid-19 ini juga disertai dengan trend naiknya tingkat vaksinasi di berbagai daerah.
Dalam kondisi tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terus melakukan evaluasi penanggulangan Covid-19 di daerah melalui evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal menyampaikan, PPKM Jawa-Bali diperpanjang sejak 18 April sampai dengan 9 Mei 2022. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2022.
“Perpanjangan PPKM Jawa Bali kali ini hanya mengalami perubahan pada jumlah daerah di setiap Level PPKM, dan waktu operasional pusat perbelanjaan dan kegiatan UMKM. Namun kita patut bersyukur bahwa perubahan ini mengindikasikan hal baik dalam proses penanggulangan Covid-19 di Indonesia,” kata Safrizal dalam keterangannya, Selasa (19/4).
Safrizal mengungkapkan, dalam perpanjangan PPKM Jawa-Bali ini tidak ada daerah yang ditetapkan berada di Level 4.
Sementara jumlah daerah pada Level 1 mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 20 daerah menjadi 29 daerah.
https://radarbanyumas.co.id/kota-magelang-turun-ke-level-3-ppkm/
Menurutnya, kenaikan jumlah daerah pada Level 1 tersebut memberikan konsekuensi baik dengan menurunya jumlah daerah yang berada di Level 2, dari yang semula 99 daerah menjadi 97 daerah, dan jumlah daerah di Level 3 dari yang semula 9 daerah hanya menjadi 2 daerah.
Selain jumlah daerah, lanjut Safrizal, perubahan pengaturan juga terjadi pada jam operasional pusat perbelanjaan dan kegiatan UMKM khususnya pada daerah PPKM Level 2, dengan memberikan kelonggaran jam operasional hingga pukul 22.00 waktu setempat.
Sedangkan untuk pengaturan jam operasional pada daerah dengan status PPKM Level 1 dan Level 3 tidak mengalami perubahan.
Safrizal lantas menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung pemerintah untuk meningkatkan capaian vaksinasi, terlebih pada masa menjelang mudik lebaran.
Sebagai negara dengan penduduk muslim tertinggi di dunia, dengan komposisi lebih dari setengahnya tinggal di Pulau Jawa dan Bali, maka pencegahan penyebaran virus Covid-19 perlu dilakukan oleh pemerintah secara hati-hati demi keselamatan bersama.
https://radarbanyumas.co.id/mau-mudik-gratis-ke-jateng-begini-cara-daftar-dan-link-tautannya/
“Untuk itu, Pemerintah mengapresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung upaya pemerintah tersebut. Selain itu kami juga mengharapkan pada pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri nanti untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan diri, keselamatan keluarga, dan keselamatan bangsa dan negara,” pungkasnya. (jawapos/ali)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
