Banner v.2

Pengecatan Pesawat Kepresidenan Habiskan Rp 2 M

Pengecatan Pesawat Kepresidenan Habiskan Rp 2 M

JAKARTA - Biaya pengecatan ulang pesawat kepresidenan dari warna biru ke merah-putih dikabarkan menelan anggaran sekitar Rp 2 miliar. Hal ini pun dibenarkan oleh salah satu sumber pihak Istana. "Iya, plus minus segitu (Rp 2 miliar)," ujar sumber Istana kepada wartawan, Selasa (3/8). https://radarbanyumas.co.id/setelah-ui-sindir-jokowi-giliran-bem-ugm-sebut-jokowi-presiden-orde-paling-baru/ Sumber tersebut menuturkan alasan Istana memutuskan mengubah warna Pesawat Kepresidenan tersebut menjadi merah-putih lantaran sesuai dengan warna bendera Indonesia. "Pilihan warnanya adalah warna kebangsaan, merah putih, warna bendera nasional," katanya. Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono membenarkan bahwa Pesawat Kepresidenan telah dicat ulang yang sebelumnya berwarna biru dan putih. Kini diubah menjadi warna merah dan putih. Heru menjelaskan, pengecatan Pesawat Kepresidenan tersebut sudah diwacanakan pada 2019 silam untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75 pada 2020. Heru membantah bahwa pengecatan Pesawat Kepresidenan merupakan bentuk foya-foya keuangan negara. Sebab kata dia, pengecatan Pesawat Kepresidenan tersebut sudah direncanakan 2019 silam. Terlebih sudah dialokasikan dalam APBN. Oleh sebab itu, Heru berujar bahwa pengecatan Pesawat Kepresidenan tersebut tidak mengganggu anggaran pemerintah terhadap penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri. "Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN," ungkapnya. Kebijakan itu disorot Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat (PD) Herzaky Mahendra Putra. Bagi Partai Demokrat, pemerintah sebenarnya menganggap penanganan pandemi Covid-19 ini prioritas atau tidak. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19 di dalam negeri, namun Istana malah melakukan pengecatan Pesawat Kepresidenan. "Apakah penting dan prioritas mengecat Pesawat Kepresidenan saat ini? Apakah kalau tidak dicat saat ini, membahayakan nyawa presiden saat memakai? Anggaran terbatas, banyak utang, tapi malah memilih mengecat pesawat presiden" ujar Herzaky kepada wartawan, Selasa (3/7). Menurut Herzaky, jika tidak membahayakan nyawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memakai, lantas mengapa perlu mengecat pesawat dilakukan saat ini. Pemerintah harusnya fokus terhadap penyelamatan nyawa rakyat Indonesia. "Pemerintah kan anggarannya terbatas. Utangnya juga luar biasa. Daripada buat cat pesawat, lebih baik uang miliaran itu dipakai buat nambah stok oksigen, stok vaksin gratis, bahkan insentif untuk nakes yang tertunda terus pembayarannya. Jangan sibuk buat proyek-proyek yang tidak ada kaitan dengan penanganan pandemi saat ini," katanya. Kalau alasannya semua sudah dianggarkan sejak 2019, semakin menunjukkan pemerintahan saat ini tidak punya prioritas dan punya road map jelas dalam menangani pandemi Covid-19. Karena dengan dalih sudah dianggarkan, lalu seakan-akan semua dibenarkan. "Pemerintah harusnya tunjukkan punya sensitivitas dan empati terhadap rakyat Indonesia yang kehilangan nyawa keluarganya karena Covid-19," tegasnya. (jpc)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: