i2C, Mobil Listrik SUV Buatan Indonesia yang Siap Jadi Kebanggaan Baru
i2C, Mobil Listrik SUV Buatan Indonesia yang Siap Jadi Kebanggaan Baru--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Mobil listrik buatan dalam negeri kembali mencuri perhatian publik setelah PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) memperkenalkan i2C (Indigenous Indonesia Car) di ajang GIIAS 2025. Mobil ini menjadi simbol ambisi besar Indonesia untuk menghadirkan kendaraan listrik nasional yang sepenuhnya dikembangkan oleh putra-putri bangsa. Dalam debutnya di ICE BSD, Tangerang, TMI memamerkan bentuk clay model i2C berskala 1:1, memperlihatkan gambaran nyata dari SUV listrik masa depan buatan Indonesia.
Desain mobil listrik i2C menjadi salah satu daya tarik utamanya karena dikerjakan secara kolaboratif antara tim desainer TMI dan rumah desain ternama asal Italia, Italdesign. Meski ada pendampingan dari pihak luar, TMI menegaskan bahwa proses desain, baik eksterior maupun interior, sepenuhnya dikerjakan oleh tenaga ahli dalam negeri. Kolaborasi ini juga melibatkan sejumlah universitas besar seperti ITB, UI, dan ITS untuk memperkuat aspek teknis dan penelitian agar i2C tidak berhenti pada tahap konsep semata.
Keistimewaan lain dari mobil listrik i2C adalah rencana harganya yang akan dibanderol di bawah Rp500 juta saat mulai diproduksi massal. Dengan kisaran harga tersebut, TMI berharap i2C bisa menjadi mobil listrik nasional yang terjangkau bagi masyarakat kelas menengah.
Proyek ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah, di mana Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan instruksi agar mobil listrik nasional ini dapat diproduksi pada akhir tahun 2027 atau awal 2028.
BACA JUGA:Denza D9 Geser Tahta Alphard dan Vellfire: Mobil Listrik Tiongkok Kuasai Pasar MPV Premium Indonesia
BACA JUGA:Mobil Matic Di Bawah Rp 250 Jutaan dengan Kenyamanan Premium? Ini Dia Daihatsu Sirion
Desain dan Teknologi Modern dengan Sentuhan Lokal
i2C dirancang sebagai SUV listrik berbasis Battery Electric Vehicle (BEV) dengan desain futuristik namun tetap menonjolkan unsur identitas Indonesia. Garis bodi tegas dan postur gagah mencerminkan karakter tangguh, sementara sentuhan motif batik dan simbol burung Garuda menghiasi bagian interior dan eksterior. Lampu LED modern, interior minimalis bernuansa premium, serta panel digital menjadi pelengkap dari desain khas mobil listrik modern.
Meski spesifikasi teknis lengkap belum diungkap, TMI memastikan i2C akan menggunakan teknologi baterai dan sistem tenaga yang kompetitif di kelasnya. Proses transisi dari clay model ke prototipe diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 3–4 juta dolar AS, sementara tahap produksi massal memerlukan pendanaan yang jauh lebih besar. Namun, TMI optimis proyek ini akan berjalan lancar dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas institusi.
Langkah Menuju Kemandirian Otomotif Nasional
Dengan hadirnya i2C, Indonesia berpeluang besar untuk memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik Asia Tenggara. Proyek ini bukan hanya tentang inovasi teknologi, tetapi juga tentang kebanggaan nasional. Jika terealisasi sesuai jadwal, i2C akan menjadi simbol nyata bahwa bangsa Indonesia mampu menciptakan mobil listrik modern dengan karakter, desain, dan teknologi buatan sendiri.
Respons positif datang dari pengamat otomotif yang menilai i2C sebagai langkah berani menuju kemandirian industri kendaraan listrik di Indonesia. Tidak seperti proyek mobil nasional sebelumnya yang cenderung mengandalkan basis dari merek luar negeri, i2C dikembangkan dari nol. TMI mengklaim bahwa hak kekayaan intelektual (Intellectual Property) mobil ini sepenuhnya akan menjadi milik Indonesia, menandai tonggak sejarah baru dalam dunia otomotif nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

