Kabar Terbaru, Insentif CBU Pada Mobil Listrik Tidak Diperpanjang
Kabar Terbaru, Insentif CBU Pada Mobil Listrik Tidak Diperpanjang--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Mobil listrik di Indonesia ini mayoritas berasal dari luar negeri seperti China, Korea Selatan, Eropa, dan lain-lain.
Keberadaannya di sini merupakan bagian dari pemasaran produk secara menyeluruh ke daerah Indonesia.
Sebagai mobil listrik asal luar negeri sama seperti mobil konvensional dari luar yang memerlukan banyak surat dan kerja sama secara terarah dengan pemerintah.
Ada Apa Dengan Kebijakan insentif CBU yang Diberhentikan Secara Impor?
Saat ini kebijakan insentif impor pada Completely Built Up (CBU) yang ada di mobil listrik dinikmati oleh enam produsen.
BACA JUGA:Aion V Luxury, Mobil Listrik Stylish dengan Segudang Fitur Canggih
BACA JUGA:Wuling BinguoEV Pro, Mobil Listrik Kece Rp 300 Jutaan yang Penuh Fitur
Pada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menekankan produksi mobil konvensional dalam negeri terhambat dan berpotensi berakhir tahun ini.
Mahardi Tunggul Wicaksono selaku Direktur Industri Elektronika dan telematika Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan insentif tidak dilanjutkan.
Insentif ini berencana diberhentikan setelah periode impor berakhir di tahun yang sama 2025.
Kemenperin berujar, “Terkait dengan insentif ini, memang sampai dengan hari ini, kami infokan kepada teman-teman semua, kami belum juga, atau belum ada sama sekali rapat atau pertemuan dengan kementerian/lembaga lain terkait keberlanjutan insentif ini,”
BACA JUGA:Perawatan Aki 12 Volt di BYD Atto 1, Hal yang Wajib Diketahui Pemilik Mobil Listrik
BACA JUGA:Mobil Listrik Neta V-II Tawarkan Jarak Tempuh 401 Km dengan Harga Terjangkau
Dari sinilah asumsi pemberhentian insentif menjadi marak di dunia otomotif terutama terkait mobil listrik dan CBU.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

