Minimal 50 Persen Tenaga Lokal, Proyek Perubahan Gardu Jamu Bali
SOSIALISASI: Sosialisasi Gardu Jamu Bali yang dilaksanakan oleh DPUPR Kebumen.
KEBUMEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (DPUPR) Kebumen melaksanakan kerjasama dengan beberapa Penyedia Jasa Konstruksi. Dalam hal ini, nantinya saat pelaksanaan proyek minimal 50 persen pekerja memenfaatkan tenaga lokal.
https://radarbanyumas.co.id/banyak-pos-polisi-tidak-dijaga-di-kebumen/
Penandatangan MoU secara simbolis Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan beberapa CV, dilaksanakan di Gedung PKK Kebumen, Kamis (3/6). Selain itu dilaksanakan pula sosialisasi Proyek Perubahan Gerakan Terpadu Jalan Mulus Bayu Mili (Gardu Jamu Bali).
Acara dihadiri 43 Kepala Desa dan 11 Camat. Kepala desa yang diundang yang desanya terdapat proyek tersebut. Untuk tahap pertama proyek dilaksanakan di 43 desa di 11 Kecamatan.
Kepala DPUPR Kebumen Haryanto Wahyudi mengatakan, sudah disepakati bersama bahwa pelaksanaan proyek menggunakan minimal 50 persen tenaga lokal.
Namun untuk proyek-proyek tertentu yang dapat pelibatkan tenaga lokal. “Kalau untuk pengaspalan jalan, menggunakan tenaga profesional. Kalau untuk pengecoran masih memungkinkan menggunakan tenaga lokal,” tuturnya.
Adanya pemanfaatan tenaga lokal diharapkan dapat melibatkan masyarakat dalam pembangunan. Selain itu masyarakat juga akan dilibatkan dalam pemeliharaan infrastruktur yang ada. “Nantinya untuk pemeliharaan kami juga akan melibatkan masyarakat,” katanya.
Ditegaskannya, beberapa infrastruktur yang rusak umumnya diawali dari kerusakan kecil. Misalnya jalan yang berkubang pada umumnya diawali dari cekungan kecil di jalan.
Namun jika dibiarkan, cekungan kecil terus membesar dan menjadi kubangan jalan. “Disinilah pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pemeliharaan semua infrastruktur,” paparnya.
Gagasan dari Gardu Jamu Bali yakni terwujudnya koordinasi penyelenggara infrastruktur, meningkatnya kualitas infrastruktur, anggaran infrastruktur yang mencukupi dan peningkatan peran serta masyarakat dalam infrastruktur.
Saat disinggung mengenai Banyu Mili berkaitan dengan irigasi atau air bersih konsumsi, Haryono menegaskan, dua-duanya. "Air kebutuhan pokok. Ini baik untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, maupun pertanian,” katanya. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

