Banner v.2

3.190 Pegawai di Pemkab Kebumen Jalani Rapid Test, Enam Reaktif Rapid

3.190 Pegawai di Pemkab Kebumen Jalani Rapid Test, Enam Reaktif Rapid

TEGANG : Seorang ASN di lingkungan Pemkab Kebumen terlihat tegang dan takut menjalani rapid test. KEBUMEN - Sebanyak 3.190 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS (PHL) Pemkab Kebumen mengikuti Rapid Test Massal di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Senin (22/6). Tes cepat diagnosis dini covid-19 itu dinyatakan enam anggota ASN reaktif. Proses rapites yang dilakukan secara bergilir setiap dinas dan instansi itu mendapat pantauan dari Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dan Wakil Bupati H Arif Sugiyanto SH. Tak hanya itu turut hadir kepala dinas terkait juga ikut menjalani rapites setelah sebelumnya pedagang dan masyarakat umum. tak hanya Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) tes tersebut juga diikuti tenaga honorer di lingkungan Pemkab Kebumen. Kepala Dinas Kesehatan Kebupaten Kebumen dr Budi Satrio meelalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Kusbiyantoro mengatakan dari hasil pendataan petugas terdapat enam ASN yang dinyatakan reaktif. Akan tetapi tidak ada rincian yang disampaikan pihak gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kebumen terkait para ASN tersebut bertugas. “Dari sekian banyak ada reaktif enam orang reaktif, tentunya langsung kita tindak lanjuti disarankan untuk karantina,” katanya. Sementara Bupati Kebumen Yazid Mahfudz yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen menjelaskan, para ASN yang hasilnya reaktif telah diketahui identitasnya. Kepada yang bersangkutan akan dihubungi melalui nomor ponsel sesuai yang tertera dalam daftar hadir peserta. Peserta yang reaktif juga akan menjalani swab. “Nanti akan karantina, mau mandiri atau karantina di rumah sakit. Tapi belum boleh ke kantor dulu (sebelum hasil swab keluar),” katanya. Bupati Yazid Mahfudz, mengatakan rapid test bagi ASN sebagai upaya pencegahan dan meminimalisasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja. Sebelumnya telah dilakukan rapid massal untuk kalangan masyarakat umum yang menyasar pasar tradisional, pondok pesantren, panti asuhan, maupun para kepala desa. “Screening kepada seluruh ASN ini sebagai deteksi dini Covid-19. Apalagi mulai 5 Juni kemarin, seluruh ASN mulai masuk kerja, tidak lagi ada WFH,” katanya. Tal hanya itu hasil rapid test massal tersebut akan menjadi acuan dalam gugus menentukan program lanjutan. Disisi lain, juga memastikan kesehatan para ASN yang harus menjalankan tugas seperti pelayanan masyarakat. Bagi para anggota ASN tetap mnjalankan tugas dan memperketat penggunaan protokol kesehatan. “Mengenakan masker, jaga jarak dalam pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengatakan dari hasil rapites masal yang digelar diberbagai daerah Kabupaten Kebumen tak lain untuk mengambil sample adanya zonasi penyebaran covid-19. Hal itu agar warga masyarakat yang berada di zona hijau bisa beraktifitas dengan memggunakan protokol kesehatan. "Semoga kedepan kebumen menjadi zona hijau semua, namun masyarakat tetap waspada jangan mengabaikan dan tetap memakai protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," katanya. Dari pantauan Kebumen Ekspres hingga tanggal 22 Juni 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen telah melakukan rapid test kepada lebih dari 18 ribu warga. Dari jumlah itu 166 orang dinyatakan reaktif. Namun, setelah dilakukan uji swab, hanya 3 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 2 orang sudah dinayakan sembuh. Sementara itu, hingga Senin pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen tercatat 37 orang. Dari jumlah itu 34 sembuh, 2 meninggal dunia dan 1 orang masih dalam perawatan. Pasien sembuh terbaru yaitu laki-laki asal Kecamatan Kebumen berinisial AF berusia 37 tahun. (fur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: