Tembakau Karanggayam Kurang Maksimal
KEBUMEN - Musim kemarau panjang sangat dirasakan petani tembakau terutama mereka yang berada di wilayah Kecamatan Karanggayam. Akibat kekurangan suplai air saat siraman tanaman mempengaruhi hasil panen tembakau dan membuat hasil panen kurang maksimal.
Sudah diterpa kemarau panjang petani tembakau di wilayah Kecamatan Karanggayam harus mengalami penurunan harga. Tembakau, baik basah maupun kering berangsur turun itu menyusul semakin banyak tanaman tembakau memasuki musim panen.
"Untuk hasil penen tahun ini sedikit menurun, banyak kendala salah satunya kurangnya air, hama putih dan daun tembakau yang keriting," ungkap Slamet (50) warga Desa Logandu Kecamatan Karanggayam.
Meski hasil penen tembakau kurang maksimal namun sejumlah petani tembakau mulai melakukan proses pemotongan. Proses pemotongan bagi petani tembakau Karanggayam sebagain petani sudah beralih menggunakan mesin namun sebagian besar juga masih ada yang menggunakan cara manual dengan alasan mempertahankan rasa yang khas.
"Memang sebagian besar ada sudah menggunakan mesin tapi kami masih mememilih manual, karna rasanya berbeda," ungkap Sunarto (49) warga yang sama.
Sebelum proses perajangan tembakau, daun tembakau yang usai dipetik harus di diamkan atau diimbu selama satu minggu. Jika daun tembakau sudah mulai menguning barulah petani melakukan proses pemotongan.
Selain itu dalam proses pemotongan baik secara manual dan mesin tembakau potongan langsung dijemur di atas rigen atau wadah anyaman dari bambu yang berbentuk kotak persegi panjang. Tembakau akan dijemur dalam kurun 3 - 4 hari hingga benar - benar kering.
"Untuk proses penjemuran tambakau harus sering dibalik, tak menunggu waku lama biasanya jika panasnya bagus 1 - 2 jam jemuran harus dibalik agar tidak lengket," ungkap Slamet Muhyidin (48) salah satu pengepul tembakau basah warga Pagebangan RT 3 RW 2 Desa Karanggayam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
