Banner v.2

Cukupi Pesanan Lebah, Peternak Gembalakan Koloni

Cukupi Pesanan Lebah, Peternak Gembalakan Koloni

PANTAU KOLONI : Peternak lebah Albait Nurfaozi saat memantau lebah-lebahnya yang digembalakan. Kali ini penggembalaan dimaksudkan untuk pecah koloni. IMAM/EKSPRES KEBUMEN-Selain madu, peternak lebah ternyata juga banyak mendapatkan pesanan koloni. Demi memenuhi pesanan tersebut peternak harus melakukan perbanyakan koloni. Pemecahan dapat berhasil dengan baik manakala kondisi alam mendukung. Untuk mencari iklim yang baik, salah satu peternak lebah di Kebumen, menggembalakan lebahnya hingga ke Magelang. Pemecahan koloni lebah dilaksanakan dengan metode pembuatan ratu baru. Dalam hal ini lebah memerlukan pasokan tepung sari (pollen) yang melimpah. Jika sampai kekurangan pollen maka pemecahan dipastikan gagal. Alhasil bukan untung yang diraih melainkan malang yang tidak dapat ditolak. Salah satu peternak lebah yakni Albait Nur Faozi. Warga RT 1 RW 1 Desa Kebulusan Pejagoan ini menggembalakan lebahnya hingga ke luar kota. Salah satunya di Kabupaten Magelang. Penggembalaan ini bertujuan agar lebah dapat berproduksi dengan baik. “Kalau alam masih mendukung tidak digembalakan tidak masalah,” tuturnya, Minggu (7/7). Disampaikannya, awalnya pesanan hanya berkutat pada madu saja. Namun sering berjalannya waktu ternyata banyak pesanan lebah. Pada awalnya konsumen banyak yang bertanya seputar beternak lebah. Setelah itu biasanya tertarik untuk mencobanya. “Dari bertanya kemudian tertarik. Setelah itu terus mencoba,” katanya. JIka banyak permintaan koloni lebah tentunya harus dilaksanakan pemecahan koloni. Ini dilaksanakan agar dapat memenuhi pesanan. Pemecahan sendiri memerlukan waktu setidaknya tiga bulan. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa lebih lama. “Setengah bulan pertama untuk pembentukan ratu. Setelah itu menunggu ratu kawin dan berproduksi. JIka ratu tidak dapat berproduksi, dipastikan koloni tersebut akan gagal,” ungkapnya. Pada pembentukan koloni tentunya masih lebah. Seiring perjalanan waktu koloni akan terus membesar dan semaki kuat. Jika koloni sudah dipandang kuat, artinya siap untuk dijual. Saat pemecahan koloni, madu yang ada tidak dapat dipanen. “Untuk ituh harus pandai-pandai dalam mengatur koloni. Mana koloni yang akan dipanen madunya dan mana koloni yang akan dipecah,” paparnya. Albait menambahkan, sebenarnya musim kemarau merupakan waktu yang tepat bagi petenak untuk mendulang madu. Kendati demikian banyaknya pesanan koloni, mau tidak mau dilaksakan pemecahan. “yang paling rawan adalah saat koloni itu masih lemah. Kalau sudah kuat koloni bisa dipastikan aman,” ucapnya. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: