Warga Kejawang Kebumen Ambil Air dari Sungai
PERIKSA STEAM : Solikhin, warga RT 1 RW 2 Desa Kejawang memeriksa steam yang digunakan untuk mengambil air sungai.IMAM/EKSPRES
KEBUMEN - Musim kemarau membuat beberapa wilayah di Kabupaten Kebumen mengalami kekeringan. Beberapa warga terpaksa mengambil air sungai untuk keperluan mandi dan mencuci. Warga juga membuat sumur kecil di tepi sungai untuk diambil airnya.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga Desa Kejawang, Kecamatan Sruweng, mengambil air sungai untuk mencuci baju. Bahkan ada yang akhirnya mandi di sungai.
Sementara sebagian lainnya mengambil air sungai menggunakan pompa air untuk disalurkan ke rumah. Air yang dikonsumsi diambil dari sumur. Sedangkan yang diambil dari sungai digunakan untuk keperluan lain selain konsumsi.
Solikhin, warga RT 1 RW 2 Desa Kejawang mengatakan, setiap musim kemarau warga selalu memanfaatkan air sungai. Air digunakan untuk menyirami tanaman atau keperluan lainnya. Sedangkan untuk konsumsi diambil dari belik. “Setiap kemarau selalu seperti ini,” tuturnya, Rabu (15/8).
Dijelaskan, mayoritas warga yang mengambil air Sungai Kejawang sudah memiliki pompa air mengunakan mesin pencuci mobil. Pompa digerakkan menggunakan mesin diesel berbahan bakar minyak.
Warga lain, Marjiatun mengatakan, kekeringan sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. “Kalau masak dan minum mengambil dari salah satu sumur warga dengan cara dipikul. Tapi kalau untuk keperluan lain ambil air dari sungai,” terangnya.
Kepala Desa Kejawang Sadimin menuturkan, sebagai warga Kejawang juga ada yang menggunakan air dari Pamsimas. Sedangkan sebagian lain menggunakan sumur dan sumber air lainnya. Untuk itu, pihaknya belum meminta bantuan air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Masih cukup, masyarakat juga belum meminta bantuan air,” jelasnya.
Sementara itu Kasi Kadaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Drs Muhyudin menyampaikan, bantuan air yang diberikan hingga Rabu (15/8) mencapai 316 tangki. Bantuan diberikan sebanyak 81 tangki setiap minggunya.
"Kuota bantuan air di BPBD tahun 2018 sebanyak 1.450 tangki dengan anggaran Rp 350 juta termasuk transportasi dan lainnya," katanya.
Menurutnya, bantuan air diberikan ke 34 desa di 11 kecamatan. Beberapa kecamatan yakni Buayan, Rowokele, Sruweng, Pejagoan, Alian dan Karangsambung. Selain itu yakni Poncowarno, Kebumen, Karanggayam, Ayah dan Sempor. (mam/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

