Mantri Sunat Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Seorang mantri sunat Sugeng Wahyudi AMd Kep (48) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya RT 1 RW 1 Desa Banjurpasar Buluspesantren, Sabtu (2I/1). Korban pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa oleh pembantunya Heri (21) sekitar pukul 06.00 WIB.
Dia telah menjadi korban pembunuhan sekaligus pencurian. Pasalnya sejumlah barang berharga seperti mobil Toyota Avanza AA-8965-CD dan sepeda motor Honda CB 150R hilang dari rumahnya.
Informasi yang berhasil dihimpun Ekspres di lokasi kejadian menyebutkan sekitar pukul 06.00 WIB, pembantunya Heri keluar dari kamar tidurnya. Dia kaget, saat menemukan sang majikannya bersimbah darah tergeletak serta tak bernyawa di ruang tamu. Melihat kondisi itu, dia langsung melaporkan ke tetangganya. Tetangganya lantas menghubungi perangkat desa dan diteruskan dengan melaporkan ke aparat kepolisian Polsek Buluspesantren. Laporan kepolisian diterima oleh Polsek Buluspesantren sekitar pukul 07.15 WIB. Usai menerima laporan polisi pun lantas bergegas menuju lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Koliq Salis Hirmawan menjelaskan, dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen, korban diperkirakan tewas sekitar pukul 02.00 hari. Di tubuh korban terdapat luka tusuk senjata tajam pada bagian perut dan leher sebelah kanan.
Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti barang bukti berupa sebilah pisau yang berlumuran darah, tali kabel dan gorden yang masih melilit di leher korban. “Guna kepentingan penyelidikan jenazah dibawa ke RSUD Dr Soedirman Kebumen dan selanjutnya dilakukan autopsi di RSUD Dr Margono Purwokerto,” tuturnnya, usai melaksanakan olah TKP.
Pihaknya menjelaskan, malam sebelum kejadian yakni sekitar pukul 23.00 WIB, korban sekeluar rumah menuju rumah pasiennya, dan kembali ke rumah sekitar pukul 01.15 WIB. Setelah itu korban tiduran di ruang tengah. Sementara pembantunya Heri, masuk kedalam kamar tidur. “Saat kejadian Heri mengaku tidak mendengar apapun, sebab dia tertidur dengan masih mendengarkan musik melalui earphone,” terangnya, sembari menambahkan pelaku dipastikan lebih dari satu orang, sebab ditemukan dua jejak kaki yang berbeda, satu menggunakan sepatu dan satunya tidak menggunakan alas kaki.
Adanya peristiwa naas tersebut, membuat ratusan warga memadati lokasi kejadian. Warga hanya dapat melihat dari luar pagar, sembari saling berbisik satu sama lain. Sementara itu di dalam pagar, puluhan anggota polisi dari Polres Kebumen dan Polsek Buluspesantren tampak sibuk dengan pekerjaanya.
Selama hidup, korban dikenal baik oleh warga sekitar. Meski jam praktiknya hanya sampai pukul 20.00 WIB, namun jika ada yang pasien membutuhkan diluar jam tersebut, korban tetap akan membantunya. Maka wajar jika masyarakat tidak merasa curiga saat ada orang bertamu di waktu malam. Pasalnya hal itu umum dilakukan jika ada pasien yang datang malam hari. “Korban orangnya baik, sama tetangga juga baik,” kata Pj Kepala Desa Banjurpasar Samiadi.
Sementara itu Kaposek Buluspesantren AKP Surono mengatakan, polisi akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri dibalik kematian mantri sunat tersebut. Sementara itu warga masyarakat diharapkan terus meningkatkan keamanan lingkungan salah satunya dengan siskamling. “Dengan meningkatkan keamanan, diharapkan akan mengurangi tindak kejahatan,” ucapnya. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
