Banner v.2

Longsor Putus Akses Kebumen Banjarnegara

Longsor Putus Akses Kebumen Banjarnegara

Longsor menyebabkan bahu jalan penghubung Kabupaten Kebumen–Banjarnegara di Dukuh Kalipranji ambrol dengan kedalaman hingga 12 meter.--

KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen melaporkan bencana banjir yang terjadi sejak Minggu (24/11) mulai surut. Namun demikian, longsor mengakibatkan kerusakan cukup parah. Tak hanya pemukiman warga, longsor juga membuat jalan utama, sekolah hingga tempat ibadah terancam.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri menyampaikan pihaknya menerima laporan beruntun dari masyarakat sejak Senin dini hari (24/11). Dari sejumlah kejadian, longsor ini menimpa pemukiman penduduk, mengancam akses jalan bahkan mengancam sekolah hingga tempat ibadah.  Bahkan, talud penahan pagar SDN 3 Giritirto di Dukuh Tedunan juga runtuh dan menimpa area Mushola Al Mutaqin.

Salah satunya di Kecamatan Karanggayam.  Talud penahan tebing SDN Glontor di Desa Giritirto ambruk tak kuat menahan hujan. Masih di Karanggayam, longsor membuat bahu jalan penghubung Kabupaten Kebumen–Banjarnegara di Dukuh Kalipranji ambrol dengan kedalaman hingga 12 meter. "Jalan hanya dapat dilalui separuh badan sehingga petugas memasang rambu peringatan rawan longsor," ujar Kapolres melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman, Selasa (25/11).

Seperti diberitakan, BPBD Kabupaten Kebumen hujan deras disertai angin kencang melaporkan 23–24 November 2025 memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Banjir terpantau di 17 desa di tiga kecamatan. Ribuan warga terdampak setelah ketinggian air mencapai 60 hingga 80 cm. "Sebagian besar banjir telah surut, namun beberapa titik longsor di tebing sungai masih mengancam rumah warga," ujar Bagian Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, Selasa (25/11).

Selain banjir, hujan deras juga membuat bencana longsor di 8 desa yang berada di 5 kecamatan. Lima kecamatan itu masing-masing Kecamatan Rowokele, Sadang, Alian, Karanggayam dan Karangsambung. Tidak ada korban jiwa atau luka namun sejumlah rumah terdampak.

Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman menambahkan, pihaknya masih melakukan pemantauan serta bekerja sama dengan BPBD, Koramil, perangkat desa, dan relawan setempat.  “Upaya penanganan dini dapat mencegah korban. Kolaborasi masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Hingga Selasa siang, seluruh titik longsor telah ditangani sementara dan tetap dalam pengawasan. Petugas mengimbau pengguna jalan terutama di jalur pegunungan agar mengurangi kecepatan dan memperhatikan tanda-tanda rawan longsor di sepanjang rute.(cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: