Banner v.2

Banjir Surut, Warga dan BPBD Lakukan Bersih-Bersih

Banjir Surut, Warga dan BPBD Lakukan Bersih-Bersih

Petugas dan warga melakukan aksi bersih-bersih usai banjir terjadi di Kecamatan Karanganyar.--

KEBUMEN - Upaya penanganan terhadap bencana banjir di Kecamatan Karanganyar terus dilakukan. Selain penanganan tanggul Sungai Karangnyar yang jebol, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga membantu warga melakukan bersih-bersih lumpur sisa banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, menyampaikan banjir yang melanda sejumlah desa di Karanganyar telah surut. Sebagian warga yang mengungsi pun telah kembali ke rumah masing-masing. Namun demikian, aktivitas warga belum sepenuhnya pulih karena sisa-sisa banjir masih belum dibersihkan.

Udy melalui Bagian Humas, Heri Purwoto menyampaikan, pihaknya bersama gabungan lainnya menggelar kerja bakti massal di Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar sejak Selasa (11/11).

Kegiatan dimulai dengan fokus utama pada pembersihan Masjid yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Karanganyar. Lumpur tebal yang menutupi lantai dan halaman masjid dibersihkan menggunakan alat semprot air bertekanan. Tidak hanya itu, tim juga menyasar rumah-rumah warga dan jalan lingkungan yang masih tertutup lumpur.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Warga secara sukarela bergabung membantu tim gabungan membersihkan fasilitas umum dan rumah mereka sendiri. "Selain kegiatan bersih-bersih, BPBD Kebumen juga mendistribusikan suplai air bersih ke sejumlah titik dengan menyalurkannya ke tandon atau torn air yang telah disediakan untuk kebutuhan dapur umum, ujar Heri.

Di sisi lain, Heri menyampaikan hujan deras pada Minggu-Senin (10-11/11) lalu memicu bencana longsor, banjir serta cuaca ekstrem, terjadi di sejumlah titik wilayah Kabupaten Kebumen. Data BPBD menyebutkan, bencana longsor terjadi di 15 titik longsor dari Kecamatan Karanggayam, Sadang, Sruweng, Padureso, Karanganyar, Rowokele, dan sekitarnya.

Kemudian banjir terjadi di wilayah Kecamatan Karanganyar dan Pejagoan, dengan dampak pada ribuan warga. Adapun cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat dilaporkan di beberapa desa, di antaranya Grenggeng, Klapasawit, Surotrunan, dan Waluyorejo.

"Intensitas hujan tinggi disertai angin kencang serta tanggul jebol di Kelurahan Panjatan menjadi faktor utama terjadinya bencana banjir dan longsor di wilayah Kebumen," imbuh Heri.

Pihaknya pun menghimbau warga tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi. "Bila terjadi bencana silakan segera melapor," imbuh dia. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: