Banner v.2

Dua Hari, 12 Titik Longsor di 6 Kecamatan dan 8 Desa di Kebumen

Dua Hari, 12 Titik Longsor di 6 Kecamatan dan 8 Desa di Kebumen

Warga dan petugas melakukan kerja bakti membersihkan material longsor.--

KEBUMEN - Hujan deras disertai angin kencang dalam dua hari terakhir memicu bencana banjir dan longsor  di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. Meski tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan material dilaporkan cukup meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen melaporkan, bencana longsor terjadi di 12 titik yang tersebar di 6 kecamatan dan 8 desa. Enam kecamatan itu masing-masing, Kecamatan Karanggayam, Padureso,  Sruweng, Sadang dan Sruweng serta Karanganyar.

Sementara, bencana banjir terjadi di dua kecamatan masing-masing Kecamatan Karanganyar dan Pejagoan. Dari dua kecamatan ini, Kecamatan Karanganyar menjadi yang terparah dimana banjir melanda 4 desa. Empat desa itu masing-masing Karangkemiri, Candi, Plarangan dan Panjatan. Total warga terdampak 2.300 jiwa yang terdiri dari 715 kepala keluarga (KK).

Banjir juga menyebabkan jalur nasional di wilayah tersebut sempat mengalami kelumpuhan. Hingga Selasa (11/11) banjir di kecamatan Karanganyar ini sudah mulai surut.

Selain banjir dan longsor, cuaca ekstrem juga membuat sejumlah pohon tumbang dan merusak sejumlah fasilitas umum. Meliputi Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Desa Klapasawit (Buluspesantren) dan Desa Surotrunan (Alian).

Bagian Humas, BPBD Kebumen Heri Purwoto menyampaikan pihaknya bersama dinas instansi terkait terus melakukan penanganan. Perkembangan terbaru, ujar dia, arus lalu lintas Jalan Nasional Karanganyar - Gombong sudah kembali normal. Untuk membantu warga terdampak banjir, BPBD Kebumen menyalurkan 4000 liter air bersih.

Sementara untuk tanggul jebol di Kelurahan Panjatan masih dalam tahap perbaikan. Adapun untuk bencana tanah bergerak di Kelurahan Plarangan dan Desa Selogiri belum tertangani. Pun demikian bahu jembatan yang jebol di Kecamatan Pejagoan belum tertangani.

"Hingga saat ini, BPBD Kebumen terus melakukan asesmen lapangan dan penanganan lanjutan. Kerja bakti bersama relawan dilakukan di Kelurahan Panjatan untuk membersihkan material banjir," ujar Heri Purwoto. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: