Banner v.2

Bupati Diminta Perhatikan Wilayah Timur Kebumen

Bupati Diminta Perhatikan Wilayah Timur Kebumen

Pengamat kebijakan Kabupaten Kebumen, Dr Imam Satibi--

KEBUMEN - Pengamat kebijakan Kabupaten Kebumen, Dr Imam Satibi berpendapat, hadirnya investasi akan menghidupkan sektor industri yang manfaatnya akan sangat dirasakan masyarakat Kebumen. Ia pun mendorong pemkab menciptakan iklim usaha yang ramah terhadap investor.

Namun demikian, Dr Imam Satibi menyampaikan, pemerintahan Bupati Lilis Nuryani- Wakil Bupati Zaeni Miftah juga dapat melakukan pemerataan pembangunan.

"Kebumen ini sangat potensial, karena memiliki kawasan pertanian yang.bagus. artinya secara ketahanan pangan Kebumen sangat aman.

Ini akan menjadi hebat jika dipadukan dengan iklim industri. Karena pertanian saja tidak cukup apalagi bagi Kebumen kawasan utara yang mayoritas penggunungan," ujar Imam Satibi kemarin.

Oleh karena itu, Imam Satibi sangat mengapresiasi hadirnya  PT  JJG Spotec Indo , investor asing pertama yang menanamkan modalnya di Kecamatan Buayan. Jelas, ini menjadi pencapaian signifkatn pemerintahan Bupati-Wakil Bupati khususnya untuk mengatasi angka kemiskinan di Kebumen.

Namun demikian, ujar Imam Satibi, masih ada kesan usaha berskala industri masih terfokus di kawasan Kebumen Barat. Contohnya, PT MPS yang memproduksi rokok berada di Gombong. Kemudian, PT  JJG Spotec Indo yang sedang dalam proses pembangunan berada di Kecamatan Buayan.

Dalam hal ini, Imam memahami hal itu, mengingat masyarakat Kebumen Barat masyarakatnya sangat terbuka, modern, inklusi dan familier dengan dunia industri. 

Meski demikian, Imam Satibi menambahkan, Kebumen timur juga harus didorong. Imam berharap, kehadiran PT JJG Spotec Indo akan diikuti investor lain. Adapun berikutnya, wilayah timur Kebumen bisa menjadi pilihan yang layak untuk lokasi.

"Tantangan kultur Kebumen yang stagnan dan stack diangka kemiskinan harus dirubah menjadi masyarakat yang maju dan adaptif pada peluang bisnis tanpa mengurangi karakter Kebumen yang ramah dan harmoni. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: