Wabup: KDMP Jangan Berubah Jadi KDRT
Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDMP di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Jumat (17/10).--
KEBUMEN - Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, berpesan agar keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) benar-benar dikelola secara serius dan profesional. Ia mengingatkan, jangan sampai KDMP justru berubah istilahnya menjadi “Koperasi Dengan Rencana Tidak Jelas (KDRT)”.
Pesan tersebut disampaikan Zaeni saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDMP di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Jumat (17/10).
Acara tersebut dilaksanakan serentak dengan groundbreaking pembangunan 80 ribu gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDMP di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Kebumen sendiri, terdapat tujuh titik pembangunan yang ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
Wabup Zaeni menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kebumen terus berupaya menekan angka kemiskinan yang hingga kini masih tinggi. Berdasarkan data terakhir, Kebumen menempati posisi kedua termiskin di Jawa Tengah.
Ia berharap KDMP mampu menjadi soko guru perekonomian desa dan kelurahan. Dari 460 desa dan kelurahan di Kebumen yang telah membentuk KDMP, baru sebagian kecil yang melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gerai dan fasilitasnya.
Menurut Zaeni, penguatan ekonomi masyarakat harus dilakukan melalui sistem perekonomian yang kuat dengan memberdayakan UMKM dan pelaku ekonomi lokal melalui wadah koperasi.
Ia juga menekankan pentingnya mapping bisnis, pengelolaan dana yang transparan, serta pengawasan yang akuntabel dalam tubuh KDMP.
“Saya berpesan kepada seluruh kepala desa, KDMP ini jangan sampai berubah istilahnya menjadi KDRT — Koperasi Dengan Rencana Tidak Jelas,” tegas Zaeni.
Sementara itu, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majelistiyawan Prihantono yang turut hadir dalam acara tersebut menyebut pembangunan gerai KDMP merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap penguatan fondasi ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa.
Ia menjelaskan, konsep pertahanan negara tidak hanya mencakup aspek militer, tetapi juga ketahanan nasional yang di dalamnya termasuk ketahanan ekonomi.
“Keberadaan koperasi (KDMP) memiliki nilai strategis terkait ketahanan wilayah,” ujarnya.
Dengan adanya KDMP di setiap desa dan kelurahan, pemerintah berharap sistem ekonomi kerakyatan di Kebumen dapat tumbuh lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

