Banner v.2

Gelar Budaya Obati Kangen Perantau

Gelar Budaya Obati Kangen Perantau

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menghadiri puncak acara Gelar Budaya Walet Emas di Plaza Patriot Candrabhaga Bekasi pada Sabtu, (279).--

KEBUMEN - Ribuan perantau asal Kebumen dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikarang, Tangerang, Depok, dan sekitarnya memadati Plaza Patriot Candrabhaga Bekasi pada Sabtu, 27 September 2025, untuk memeriahkan acara Gelar Budaya Walet Emas 2025.

Acara tahunan ini, yang diselenggarakan oleh komunitas Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas, bertujuan ganda: mempromosikan Geopark Kebumen yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp), sekaligus memperingati Hari Komunitas Nasional (HKN).

Ketua IWAKK Walet Emas, Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk memastikan generasi muda tetap ingat daerah asalnya dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya dari Kabupaten Kebumen.

"Tadi pagi sudah kita selenggarakan berbagai acara, mulai dari parade komunitas, ekonomi kreatif dan UMKM, kuliner khas Kebumen, hingga kuda lumping Singo Yudho," jelasnya.

Puncak acara malam hari adalah pagelaran wayang kulit dengan lakon "Babad Alas Wanamarta" oleh Dalang Pramariza Fadhlansyah. Di sela kegiatan juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara IWAKK Walet Emas dan Pemkab Kebumen di bidang kepariwisataan.

Pelindung IWAKK Walet Emas, Jenderal Polisi (Purn) Drs Surojo Bimantoro, menyatakan pementasan wayang kulit merupakan kebanggaan dan upaya penting mewariskan budaya kepada generasi penerus. 

"Budaya adalah ciri kepribadian suatu bangsa. Semoga IWAKK Walet Emas terus menyumbangkan hal positif dan bermanfaat," harapnya.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang hadir didampingi mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE, serta sejumlah kepala dinas, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya Gelar Budaya ini.

"Acaranya sukses, banyak yang datang, dan ramai sekali. Semoga IWAKK Walet Emas semakin kompak untuk nguri-uri budaya dan branding Geopark Kebumen," pesan Bupati Lilis Nuryani.

Walikota Bekasi, Dr Tri Adhianto Tjahyono, turut hadir dan menyoroti kebhinekaan di kotanya. "Bekasi adalah miniatur Bhinneka Tunggal Ika karena hampir semua suku bangsa ada di sini. Tentu ini modal penting agar kota ini terus maju dan berkembang," ujar Walikota.

Acara yang terbuka untuk umum dan gratis ini menarik animo masyarakat. Sukirno, perantau dari Desa Pekuwon, Adimulyo, mengungkapkan kegembiraannya. 

"Acaranya bagus, meriah. Ada kuda lumping siang tadi, malam ini wayang kulit. Kegiatan seperti ini bisa mengobati rasa kangen dengan kampung halaman," katanya. (fur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: