Banner v.2

Kerajinan Pisang dan Enceng Gondok Tembus Amerika

Kerajinan Pisang dan Enceng Gondok Tembus Amerika

Kerajinan berbahan baku serat pisang dan enceng gondok asal Kebumen berhasil menembus pasar mancanegara.--

KEBUMEN - Kerajinan berbahan serat alam berupa pelepah pisang dan enceng gondok Kebumen berhasil menembus pasar Amerika Serikat.

Kerajinan dari bahan baku yang mudah didapat itu, bisa dipasarkan di luar negeri. Serat pisang dan enceng gondok sangat melimpah dan terkadang hanya dibuang begitu saja.

Pasangan suami istri sekaligus owner dari Agrominafiber Java Indonesia, Rudi Hermawan dan Novita Hermawan merintis usaha kerajinan berbahan serat alam itu sejak 2021 lalu. 

Dalam memenuhi permintaan pasar luar negeri, keduanya melibatkan pengrajin lokal Kebumen dan pemasok bahan baku dari berbagai daerah yang mayoritas merupakan para perempuan.

Setelah fokus untuk pengembangan produknya selama dua tahun, pasutri itu kini dapat mengekspor enam kontainer berisi 9.465 kerajinan baik itu keranjang atau alas tempat makan. Nilai ekspor barang tersebut mencapai Rp 900 juta lebih.

Co Founder Agrominafiber Java Indonesia, Novita Hermawan menyampaikan ada enam tipe kerajinan yang dikirim ke Amerika Serikat, Selasa (16/9). Masing-masing tiga kerajinan dari pelepah pisang dan tiga kerajinan dari enceng gondok. 

Persiapan telah lama dilakukannya sebelum dapat menembus pasar ekspor mulai dari kemampuan produksi, bahan baku dan jaringan pengrajin. Di samping itu dia juga mengikuti berbagai pelatihan baik online maupun offline.

"Hingga akhirnya bisa ekspor perdana secara mandiri hari ini," katanya.

Selain Amerika Serikat, terangnya, kerajinan yang diproduksinya telah dipasarkan ke Chili dan Argentina. Sedangkan pasar domestik mayoritas di kota besar seperti Jakarta, Bali dan Bandung.

Novita mengungkapkan, melibatkan 100 orang untuk dapat memenuhi permintaan kerajinan berbahan serat alam yang dikirim ke Amerika Serikat hari ini. Dari jumlah tersebut 25 orang merupakan pengrajin asal Kebumen dan sisanya penyuplai bahan baku.

Pengrajin, Sudarsih (36) asal Kecamatan Ambal mengatakan tidak mengalami kendala saat menganyam enceng gondok menjadi sebuah keranjang. Pasalnya dia telah memiliki keterampilan menganyam kerajinan dari bambu.

"Seminggu bisa menganyam 5 keranjang " ungkapnya.

Dia bersyukur mendapatkan pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu di sela aktivitas mengurus anak di rumah. Selain itu uang yang diperoleh dari hasil anyaman juga dapat menambah uang jajan anak serta mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

"Dari pada nggak ada kerjaan, waktu luar cari hiburan. Hiburan dapat uang," tutur ibu dua anak itu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: