Banner v.2

Angka Kemiskinan Turun, Tiga Strategi Jadi Andalan

Angka Kemiskinan Turun, Tiga Strategi Jadi Andalan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kebumen, Bahrun Munawir--

Penguatan Bantuan, UMKM, dan Sarana Prasarana Jadi Prioritas

KEBUMEN - Kabupaten Kebumen berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 2,15 persen, dari 15,71 menjadi 13,58. Hasil penurunan angka tersebut membuat status Kabupaten Kebumen meningkat atau tidak lagi menjadi kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kebumen, Bahrun Munawir mengatakan, ada tiga point utama langkah yang dilakukan Pemkab Kebumen dalam upaya menurunkan angka kemiskinan yang secara marathon digarap sejak tahun 2024.

“Strategi dilakukan, secara umum ada tiga aspek yakni penurunan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan dan pengurangan daerah yang menjadi kantong kemiskinan,” ujarnya kepada media, Senin (16/8)

Bahrun menjelaskan program yang menjadi fokus utama yakni program penurunan beban pengeluaran atau sosial protection, diantaranya program seperti bantuan seperti PKH, penguatan bantuan bidang pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga penguatan bantuan untuk disabilitas, hingga pada bidang bidang pendidikan dilakukan pemberian beasiswa kurang mampu. 

Tak hanya itu untuk menurunkan beban pengeluaran dalam bidang kesehatan pemerintah juga memberikan jaminan kesehatan seperti UHC, hingga program pemberian makanana tanbahan, stunting pada bayi.

Sedangkan program kedua yakni kedua meningkatkan pendapatan seperti peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi pelaku usaha atau UMKM, hingga penguatan pada kebutuhan basis pasar kerja.

“Seperti dengan Mou atau kerja sama dengan toko modern untuk memasarkan memasarkan produk UMKM kebumen, secara garis besar program yang dilakukan untuk menurunkan kemiskinan yakni sosial protektion,” ujarnya

Bahrun menambahkan, fokus yang ketiga yakni konsentrasi program mengurangi wilayah yang menjadi kantong kemiskinan. Yakni dengan cara

pembangunan sarana dan prasarana, aksebilitas wilayah hingga akses jalan yang membuka dan menghubungkan dengan pusat ekonomi.

“Wilayah ini yang menjadi konsen pembangunan akses seperi pembangunan jembatan, jalan, kemudahan akases layanan kesehatan, untuk daerah sebelumya akses terhambat difokuskan agar lebih mudah lebih nyaman,” bebernya.

Selain itu, masih kata Bahrun, tiga stategi utama itu dilakukan juga didukung dengan data yang akurat. Dari data tersebut dianalisa yang kemudian menjadi program tepat sasaran.

“Tidak hanya data saja namun butuh pengendalian dan monitoring yang kuat, dari hulu ada data, ditengah ada proses pengalokasian, dan dihir ada pengendalian dan monitoring kegiatan,” ujarnya.

Selain itu program direncanakan dengan baik juga harus merujuk berdasarkan data yang falid, sehingga proses pelaksanakan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasar serta monitoring dan evaluasi untuk percepatan pengentasan kemiskinan. (fur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: