Banner v.2

15 Perahu Nelayan Kebumen Dievakuasi, Sebagian Rusak Parah Akibat Diterjang Cuaca Ekstrem

15 Perahu Nelayan Kebumen Dievakuasi, Sebagian Rusak Parah Akibat Diterjang Cuaca Ekstrem

Petugas tengah mengevakuasi perahu nelayan yang dihantam gelombang tinggi, Sabtu (2/8)--

KEBUMEN- Petugas gabungan masih terus berupaya menyelamatkan perahu-perahu nelayan yang rusak akibat diterjang cuaca ekstrem. Hingga Sabtu (2/8), petugas berhasil mengevakuasi 15 perahu nelayan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono menyampaikan hingga Sabtu kemarin, mereka berhasil mengevakuasi 4 perahu yang tenggelam di dasar laut akibat gelombang tinggi yang menyapu perairan tengah pekan kemarin.

"Dari keempat kapal (yang diselamatkan) tersebut, 1 unit mengalami kerusakan berat, dan 3 unit lainnya rusak sedang," ujarnya melalui Bako Humas, Heri Purwoto, Minggu (3/8).

Dalam beberapa hari evakuasi, kata Heri Purwoto, total ada 15 unit perahu nelayan yang telah dievakuasi. Rinciannya, 2 perahu ditemukan terdampar di Pantai Pecaron, Desa Srati, pada Selasa (29/7). "Saat ditemukan kondisinya rusak parah," ujarnya.

Lalu, 1 perahu lain ditemukan tersangkut di tebing dan berhasil dievakuasi pada Rabu (30/7). Kemudian, 7 perahu dievakuasi pada Kamis (31/7) dengan selamat. Sementara 1 kapal dievakuasi pada Jumat (1/8). "Evakuasi terakhir pada Sabtu kemarin sebanyak 4 perahu," jelas Heri Purwoto.

Ia mengungkapkan, evakuasi berjalan tidak mudah. Bahkan, kendalanya cukup besar. Seperti jarak pandang (visibilitas) air yang sangat rendah akibat kekeruhan tinggi menyulitkan proses penyelaman. "Arus bawah laut kuat yang mengganggu stabilitas penyelam saat bekerja di kedalaman," imbuhnya.

Selain itu, gelombang tinggi masih saja berlangsung sehingga lumayan memperlambat proses evakuasi dan meningkatkan risiko keselamatan. Penanganan darurat ini melibatkan sinergi berbagai pihak yang tergabung dalam tim evakuasi.

Heri mengaku sangat mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi kemarin. Seperti TNI AL, Polairud Polres Kebumen, SAR Lawet Perkasa, Relawan DESTANA (Desa Tangguh Bencana), Rukun Nelayan, Kebumen Rescue, Tim Penyelam Banyu Biru juga dari unsur masyarakat, Kowara.

Seperti diberitakan, gelombang tinggi menyapu perairan Kebumen, tengah pekan lalu. Akibatnya, sejumlah nelayan memilih menambatkan perahu di tengah laut saat mencari ikan. Untuk ke pantai, mereka harus dijemput perahu penyelamat. Hingga kemudian, 15 perahu yang ditinggalkan di laut lepas itu porak poranda dihantam gelombang tinggi. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: