Masyarakat Keluhkan Maraknya Parkir Liar Pantai Suwuk
Gerbang masuk menuju lokasi obyek wisata Pantai Suwuk yang terlihat sepi dari pengunjung.--
Kebumen - Pantai Suwuk, yang dikelola Pemerintah Daerah kini tak lagi ramai seperti dulu. Wisata andalan masyarakat Kebumen dan sekitarnya, kini semakin sepi pengunjung ditinggal para pecintanya. Ada beberapa hal yang membuat pantai ini kian sepi.
Salah satu pedagang di pantai tersebut yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, bahwa sepinya Pantai Suwuk berdampak pada pendapatan para pedagang. Menurutnya ini disebabkan oleh beberapa hal.
"Kalau menurut saya mungkin karena salah satunya persaingan wisata pantai. Sekarang banyak wisata-wisata baru yang dikelola desa yang bayarnya hanya Rp 5000 per mobil, atau Rp 3000 per motor, orangnya tidak dihitung, bahkan ada pantai yang bayar tiket masuknya seiklasnya" ujarnya saat ditemui di Pantai Suwuk, Senin (21/7/2025).
Sedangkan di Suwuk yang dikelola Pemda tiket masuknya per orang dikenakan Rp 5000 di hari biasa. Untuk akhir pekan, naik per orang Rp 10.500 diantaranya Rp 500 sebagai asuransi. Perbedaan tarif masuk pantai dinilai salah satu penyebab, pantai ini ditinggal wisatawan. Belum lagi bayar parkirnya dobel.
Untuk parkir roda 6 biaya parkir Rp 50 ribu, roda 4 minibus Rp25 ribu, roda 4 pribadi Rp10 ribu, dan roda 2, Rp5 ribu. Ini merupakan parkir resmi yang ditetapkan pemerintah. Namun bagi pengunjung yang sudah masuk ke dalam, dikenakan parkir liar lagi oleh masyarakat.
"Kemudian parkir juga jadi masalah, banyak yang ngeluh parkirnya dobel-dobel. Di pintu masuk di tarik, di dalam juga di tarik oleh masyarakat sini," terangnya.
Ia juga mengeluhkan, mengapa ini terkesan dibiarkan. Sebab, secara tidak langsung akan berakibat pada pedagang karena sepinya penjualan. Ketika sepi, maka roda perekonomian semakin sulit.
"Pedagang sembako di luar juga kena imbasnya, karena kita kan belinya dari sana, kita yang biasa belanja sehari dulu, sekarang seminggu sekali aja nggak mesti," jelasnya.
Sementara itu, dalam kanal Lapor Cepat Bupati, juga ada masyarakat yang mengeluhkan adanya parkir liar di Pantai Suwuk. Ia merasa kesal karena ditarik dua kali parkir saat berkunjung ke sana.
"Masuk ke Pantai Suwuk sudah ditarik karcis masuk biaya parkir, tetapi di dalam ditarik lagi biaya parkir dalihnya biaya keamanan. mohon ditertibkan karena ini jelas dapat mengganggu kenyamanan pengunjung dan membuat nama pantai suwuk menjadi jelek bagi pengunjung dari luar daerah, terimakasih," tulis salah satu warga di kanal Lapor Cepat Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen, Frans Haidar mengatakan, pihaknya mengakui bahwa saat ini wisata pantai milik pemda diantaranya Pantai Suwuk mengalami penurunan pengunjung secara drastis. Frans menyebutkan saat ini wisata Pantai Suwuk sudah kalah dengan wisata pantai lain.
"Ya wisata Pemda saat ini memang kalah dengan yang lain yang dikelola oleh desa atau kelompok masyarakat, disi lain secara tiket tarif kita diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) sebagai retribusi, dimana hasil itu untuk pendapatan daerah dan kembali lagi kepada masyarakat, sedangkan wisata pantai lain itu tarifnya diatur mereka sendiri bahkan ada yang bayar sekihlasnya, yo jelas kita kalah," katanya ditemui wartawan koran ini.
Frans menyebutkan, dalam perkembangannya saat ini Objek Wisata Pantai Suwuk saat ini sedang dalam tahap pembinaan bersama masyarakat desa setempat. Pihaknya juga bakal melibatkan tokoh masyarakat setempat dalam pengelolaan.
"Khusus Suwuk lagi mulai pembinaan ke masyarakat melibatkan desa dan tokoh masyarakat suwuk," kata Frans.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

