Banner v.2

BUBK Tegalretno Jadi Percontohan Nasional, Serap Tenaga Kerja 95 Persen Warga Lokal

BUBK Tegalretno Jadi Percontohan Nasional, Serap Tenaga Kerja 95 Persen Warga Lokal

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr Tb Haeru Rahayu APi MSc, bersama bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani saat menghadiri panen udang vaname di BUBK Tegalretno, Selasa (22/7).--

KEBUMEN – Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Tegalretno, Kecamatan Petanahan, menyerap sebanyak 153 tenaga kerja, dengan komposisi 95 persen berasal dari warga Desa Tegalretno dan Karanggadung. Program perikanan tersebut kini menjadi salah satu model percontohan nasional dalam budidaya udang vaname yang aman konsumsi dan berstandar tinggi.

“Serapan tenaga kerja memang disesuaikan dengan kebutuhan, dan kami bangga 95 persen tenaga kerja kami adalah masyarakat lokal,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr Tb Haeru Rahayu APi MSc, saat menghadiri panen udang vaname di BUBK Tegalretno, Selasa (22/7).

Kawasan budidaya tersebut memiliki luas sekitar 100 hektare dengan 150 petak kolam tambak. Selain menyerap tenaga kerja lokal, BUBK juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kebumen. Melalui retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) budidaya, tercatat PAD sebesar Rp402.481.744 untuk periode Januari-Juli 2025.

Dana retribusi disumbangkan oleh BUBK dan diserahkan secara simbolis kepada Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam tiga tahap. Penyerahan dilakukan langsung oleh Dirjen Perikanan Budidaya KKP, disaksikan Kepala BUBK I Gde Budha Adnyana Yasa, Kepala DLHKP Asep Nurdiana, Kepala Distapang Teguh Yuliono, dan Camat Petanahan Aris Yunanto.

BUBK juga diapresiasi sebagai kawasan budidaya udang yang menerapkan standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Banyak lokasi budidaya di tempat lain dinilai masih belum memenuhi standar tersebut.

“Yang paling penting kami sampaikan adalah bagaimana membudidayakan udang yang aman untuk dikonsumsi masyarakat. Di sini, kami sudah tidak lagi menggunakan bahan kimia berbahaya. Jadi aman untuk dikonsumsi,” tegas Tb Haeru.

Pada panen kali ini, BUBK menargetkan produksi sebesar 16 ton udang vaname. Bupati Lilis Nuryani yang hadir dalam kegiatan tersebut menyempatkan berdialog dengan pembeli dari PT Mina Alam Sejahtera (MAS).

“Alhamdulillah saya bisa menghadiri panen udang di BUBK ini. Udangnya sangat besar-besar. Insyaallah ke depan, petani tambak udang bisa belajar di sini,” kata Bupati.

Udang vaname hasil produksi BUBK tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, namun juga telah menembus pasar ekspor seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, serta negara-negara ASEAN. Secara produktivitas, BUBK menunjukkan tren positif dan ditargetkan mencapai best practice 40 ton per siklus per hektare. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: