Banner v.2

Khamidah Terpilih Sebagai Ketua IBI Kebumen

Khamidah Terpilih Sebagai Ketua IBI Kebumen

Suasana Musyawarah Cabang (Muscab) XI Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kebumen yang digelar di di Trio Azana Style Hotel Kebumen, Jl HM Sarbini, Sabtu (19/7).--

KEBUMEN- Khamidah SST MM terpilih sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kebumen periode periode 2023-2028. Ia mendapat dukungan paling banyak pada Musyawarah Cabang (Muscab) XI yang digelar di di Trio Azana Style Hotel Kebumen, Jl HM Sarbini, Sabtu (19/7).

Pada Muscab yang dibarengkan dengan peringatan HUT IBI ke 74 dan Hari Bidan Internasional itu, Khamidah mendapat dukungan 67 suara dari total 128 suara sah. Diikuti oleh N Lusi Sumartini SSTBdn 19 suara, Dr Siti Muthoharoh SST MPH 12, Sriatun Mahmudah STr Keb Bdn 10,  Sementara Linarsih AMdKebSKM MM 8 suara. Embriyowati Tr Bdn SKM MM dan Puji Hartatik SSTBdn sama-sama 6 suara.

Dengan demikian, Khamidah SST MM akan menggantikan ketua sebelumnya, yakni N Lusi Sumartini SSTBdn.

Khamidah yang kelahiran 12 Agustus 1971 tersebut sehari-hari menjabat fungsional Penata Kependudukan dan keluarga berencana ahli muda pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen. Mengusung motto "Nguripi dan Ngopeni Organisasi", Khamidah berjanji akan menyusun rencana kerja dan menetapkan RAB organisasi dalam rangka memfasilitasi kebutuhan anggota dan organisasi sesuai pedoman dan ADART

yang berlaku.

Ia juga berjanji akan melakukan kolaborasi tim dan Kerjasama mitra organisasi sekaligus melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder serta melakukan transparansi Kegiatan organisasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian organisasi.

Di sisi lain, pemerhati perempuan Kebumen, Dian Lestari SP mengucapkan selamat kepada Ketua IBI yang baru terpilih. Ia berharap Khamidah yang juga pernah menjabat Ketua IBI ini bisa segera merangkul semua pihak agar visi  misi yang sudah dicanangkan tercapai.

Selain itu, kepengurusan IBI nantinya diharapkan efektif , komunikatif, partisipastif, demokratis, transformatif dalam menjalankan tugasnya.

" Hal ini dapat diterjemahkan sebagai teman-teman IBI mampu bekerja sama dengan lintas organisasi kesehatan lain seperti PPNI, IDI. Selain itu, IBI juga harus mampu menjalin komunikasi dengan pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya ibu anak sekaligus menyukseskan program pemerintah Indonesia emas 2045 khususnya di sektor kesehatan," ujar Dian.

Tak kalah penting, IBI harus mendorong para bidan meningkatkan kompetensi apalagi di tengah persaingan global saat ini dimana ada wacana tenaga kerja asing bisa masuk. "Seperti mendorong para bidan untuk terus belajar agar dapat memberi layanan kesehatan maksimal kepada masyarakat," ujar Dian lagi. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: