Banner v.2

Kemarau, 51 Desa Rawan Krisis Air Bersih

Kemarau, 51 Desa Rawan Krisis Air Bersih

Petugas tengah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.--

KEBUMEN – Musim kemarau yang mulai melanda diperkirakan akan kembali memicu krisis air bersih bagi separuh warga Kabupaten Kebumen. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen tahun 2024, terdapat 51 desa di 13 kecamatan yang rawan mengalami kekeringan.

Dari wilayah-wilayah tersebut, sebanyak 32.199 kepala keluarga atau sekitar 126.199 jiwa tercatat mengalami krisis air bersih. Tak hanya kawasan pegunungan, wilayah perkotaan seperti Kecamatan Kebumen juga termasuk dalam daftar daerah terdampak.

Menariknya, tak hanya kecamatan yang berada di daerah pegunungan yang rawan terjadi air bersih. "Ada juga kecamatan Kebumen yang masuk daerah perkotaan," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kebumen, Udy Cahyono melalui Bako Humas Heri Purwoto, Jumat (18/7).

Heri lantas merinci kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Masing-masing, Kecamatan Adimulyo, Ayah, Buayan, Karanggayam, Karangsambung, Kebumen Kutowinangun, Pejagoan Poncowarno, Prembun, Sempor dan Sruweng.

"Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, Pemkab melalui BPBD Kebumen menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 578 tanki atau setara 2. 638.000 liter air bersih," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kebumen, Udy Cahyono melalui Bako Humas Heri Purwoto, Jumat (18/7).

Dengan asumsi saat ini memasuki musim kemarau, kondisi serupa bakal terjadi tahun ini. "Bila ada laporan yang mengalami krisis air bersih, BPBD nanti akan menyalurkan bantuan," ujar Heri. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: