Banner v.2

1.600 Peserta Meriahkan Kebumen Geopark Trail Run 2025

1.600 Peserta Meriahkan Kebumen Geopark Trail Run 2025

Peserta Kebumen Geopark Trail Run 2025 mengambil start di kawasan wisata Sagara View of Karangbolong, Minggu (13/7).--

Satu Peserta Meninggal Dunia Diduga karena Serangan Jantung

KEBUMEN – Event bergengsi Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2025 sukses digelar di kawasan wisata Sagara View of Karangbolong, Minggu (13/7). Keiatan ini diikuti lebih dari 1.600 pelari, termasuk 30 peserta mancanegara dari Australia, Rusia, Zimbabwe, hingga Kolombia. Sayangnya, kabar duka menyelimuti setelah satu peserta meninggal dunia, diduga akibat serangan jantung.

Pelari yang meninggal adalah Elyasa Yasir (38), warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, yang turun di kategori 7K. Elyasa sempat mengeluhkan kondisi tidak enak badan di kilometer ke-3 hingga akhirnya dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gombong oleh tim medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolsek Buayan Kompol Kasimin menjelaskan bahwa korban sempat beristirahat dan makan di tenda peserta setelah merasa drop. "Katanya sempat makan, dan sekitar pukul 10.00 WIB sempat masih ngobrol-ngobrol sebelum akhirnya pingsan dan dilarikan ke RS PKU Gombong dengan ambulans sekitar 10.45 WIB dikabarkan meninggal di PKU Gombong, mungkin serangan jantung atau apa detailnya pastinya di medis," jelasnya.

Terpisah, Event Director KGTR 2025, Giri Keusimo mengatakan membenarkan kejadian itu, bahwa ada salah satu peserta yang mengalami insiden yang menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia di RS PKU Gombong.

"Kami dari panitia melalui tim medis sudah melakukan upaya terbaik untuk berusaha menyelamatkan peserta tersebut, juga SOP syarat-syarat menjadi peserta sudah dilakukan, ada surat keterangan sehat dari dokter dan juga pengisian waiver," ujarnya.

Terlepas dari kejadian tersebut, KGTR 2025 menjadi panggung megah untuk memadukan olahraga lintas alam dengan eksplorasi keindahan geologi Geopark Kebumen, yang baru saja menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp).

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan bahwa KGTR adalah bagian dari strategi branding Geopark Kebumen ke mata dunia. “Ajang ini menghubungkan masyarakat, alam, wisata, dan pelestarian. Ini juga bukti sinergi antara potensi lokal dan perhatian global,” ujarnya.

Rute telah dipastikan aman oleh panitia dengan pengamanan ekstra di area rawan seperti tebing dan tanjakan ekstrem, ditandai dengan pita, tali tambang, marshal, dan petugas SAR. Untuk kebutuhan darurat, panitia bekerja sama dengan SAR Semarang, Tagana, SAR Lawet Perkasa, Satpol PP, serta tim medis lengkap dari Dinkes hingga RS rujukan.

Salah satu pelari asing, Hanna (27) dari Australia mengaku terpesona dengan medan lari yang melintasi kawasan Geopark. “Saya ikut kelas 14K. Saya baru liburan dari Labuan Bajo, dan medan di sini sangat menarik,” katanya.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan dukungan penuh atas keberlanjutan KGTR di masa mendatang. “Geopark Kebumen memiliki keistimewaan yang tak dimiliki tempat lain. Kami berharap event ini jadi agenda tetap di Jawa Tengah,” ucapnya. (fur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: