Banner v.2

Rutan Kelas IIB Kebumen Overkapasitas dan Krisis Air Bersih

Rutan Kelas IIB Kebumen Overkapasitas dan Krisis Air Bersih

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menerima kunjungan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen yang baru, Pramu Sapta, Rabu (9/7/2025).--

KEBUMEN – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen yang baru, Pramu Sapta, menyoroti kondisi kelebihan kapasitas dan keterbatasan pasokan air bersih di dalam rutan. Hal tersebut diutarakannya saat acara perkenalan resmi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen, Rabu (9/7/2025).

Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Widiatmoko, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ira Puspitasari, di ruang kerja Bupati di Gedung A.

Pada kesempatan ini, Pramu Sapta menyampaikan kondisi aktual Rutan Kebumen yang sekarang dihuni oleh 205 warga binaan. Padahal, kapasitas idealnya hanya untuk 113 orang.

"Untuk jumlah penghuni atau warga binaan saat ini 205 warga, dengan kapasitas 113 orang," jelasnya. Dari jumlah tersebut, 90% warga binaan berasal dari Kebumen.

Selain overkapasitas, Pramu juga mengungkapkan permasalahan krusial lain yakni keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau. Meski pihak rutan mendapat bantuan tangki air, pasokannya cepat habis.

Pramu Sapta menyebutkan adanya sumur peninggalan Belanda di dalam rutan dengan kedalaman sekitar 75 meter yang berpotensi untuk difungsikan kembali, namun membutuhkan mesin pompa air.

"Kebutuhan dasar air jika tidak ditangani bisa menimbulkan gejolak di dalam," pungkasnya.hkan pompa air agar bisa dimanfaatkan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lilis Nuryani menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menjalin sinergi dengan Rutan Kebumen, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya.

"Dengan silaturahmi ini, insyaallah ke depan bisa menjalin kerjasama dan saling sinergi. Ke depannya agar lebih baik," tutur Bupati Lilis.

Dalam pertemuan itu, Pramu juga melaporkan sejumlah tantangan lain, seperti tingginya angka residivis yang mencapai sekitar 50 warga binaan dengan kasus dominan narkoba, perjudian, dan pencurian. Saat ini, terdapat tujuh narapidana perempuan dengan berbagai kasus, termasuk narkotika dan perlindungan perempuan dan anak.

Ia turut menginformasikan adanya warga binaan WNA asal Nigeria yang terlibat penipuan online terhadap warga Kebumen. Pasangan pelaku tersebut ditangkap di Depok, Jawa Barat, dan saat ini dalam kondisi kooperatif selama masa penahanan.

Di sisi lain, pihak Rutan terus menjalankan program pembinaan seperti pendidikan kejar Paket A, B, dan C, serta pelatihan kewirausahaan bekerja sama dengan Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Kebumen. (fur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: