Sanitasi Layak Jadi Kunci Atasi Stunting, Disperkimhu Luncurkan Program Segra Klunting
Pemerintah Kabupaten Kebumen meluncurkan program Segra Klunting untuk mempercepat angka penurunan stunting.--
KEBUMEN – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) meluncurkan program Sedot Tinja Gratis Bagi Keluarga Stunting atau yang dikenalkan dengan nama Segra Klunting.
Program ini menjadi bagian dari strategi berbasis sanitasi untuk mendukung percepatan penurunan stunting, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak dengan status stunting.
"Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan bagi keluarga yang mengalami stunting. Adapun dasar pelaksanaan program tersebut adalah SK Lokus Stunting yang diupdate setiap Tahun oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen," ujar Kepala Bidang Perumahan Disperkimhub, Agung Basuki, mewakili Kepala Dinas Slamet Mustolkhah, Kamis (4/7).
Agung menjelaskan, sanitasi buruk menjadi salah satu faktor risiko utama penyebab stunting. Jika tempat penampungan tinja (septik tank) penuh dan tidak dikelola, air tanah dapat tercemar, memicu penyebaran penyakit seperti diare, cacingan, dan infeksi lain yang menghambat pertumbuhan anak.
"Sanitasi yang buruk merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kasus stunting pada anak. Keluarga dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak layak, seperti tidak adanya pengelolaan limbah domestik yang memadai atau septik tank yang penuh, sangat rentan terhadap penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti diare, cacingan, dan infeksi lainnya yang berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak," jelasnya.
Tak hanya itu, Agung menambahkan, adapun tujuan dari program Segra Klunting ini diantaranya, untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan sanitasi keluarga sebagai upaya mendukung penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan. Ikut mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem. Meningkatkan capaian akses sanitasi aman. Serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting.
"Sejak tahun 2023 program ini dilaksanakan dengan jumlah 23 desa, dengan total penyedotan sebanyak 115 rumah tangga. Kemudian pada tahun 2024 program ini dilaksanakan 7 desa dengan total penyedotan sebanyak 70 rumah tangga, dan di tahun 2025 ini berfokus pada Kecamatan Gombong, dan tersebar di 14 desa/keluaran dengan total 91 rumah tangga," ujarnya. (Fur)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

