Banner v.2

Usaha Sewa Tenda dan Rias Pengantin Mati Suri

Usaha Sewa Tenda dan Rias Pengantin Mati Suri

PASANG TENDA - Warga memasang tenda pernikahan sebelum masa pandemi Corona. DEDE NADIYANAH/RATEG MEREBAKNYA virus Corona membuat daerah menerapkan jaga jarak (social distancing) untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Akibatnya, beberapa bisnis terpukul karena kebijakan ini. Salah satunya usaha sewa tenda (layos) dan rias pengantin. Salah satu pemilik usaha penyewaan tenda hajatan di Kota Tegal, Ahmad Zamroni, mengaku semua hajatan pernikahan yang dijadwalkan akan berlangsung dalam 60 hari ke depan kebanyakan ditunda. “Kebanyakan acara hajatan pernikahan, khitanan, pengajian hingga acara pesta lainnya ditiadakan,” ungkapnya. Khususnya untuk acara pernikahan, pasangan pengantin kebanyakan memilih untuk menggelar akad pernikahan saja. Akibatnya dirinya tidak menerima orderan sewaan tenda sama sekali. “Benar-benar sepi. Saya sampai bingung harus kerja apa,” jelasnya. Padahal biasanya, di bulan-bulan sebelum masa pandemi, Ahmad Zamroni biasa menerima orderan sewaan tenda 1 bulan sebelum acara dimulai. Karena mereka takut tidak kebagian jadwal. “Malah biasanya sudah bayar di muka Rp500 ribu sampai Rp1 juta per sewaan,” tuturnya. Sudah lebih dari 3 bulan, Ahmad Zamroni mengaku tidak menerima pendapatan sama sekali dari usaha sewa tendanya. Biasanya, dari usaha tersebut dia bisa meraup keuntungan sampai Rp20 juta per bulan apalagi di masa-masa ramai hajatan khususnya bulan Syawal. (dya/wan)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: