Banner v.2

Musim Kemarau, Kayu Suren Diburu

Musim Kemarau, Kayu Suren Diburu

Permintaan kayu suren melonjak jelang musim kemarau. Peternak lebah memilih kayu jenis ini sebagai bahan pembuatan setup.--

KEBUMEN - Jelang musim kemarau, peternak lebah tengah persiapan pemecahan koloni. Terlebih kedepan diprediksi akan terjadi kemarau panjang. 

Pemecahan koloni harus menyiapkan kotak baru. Hal ini berpengaruh juga terhadap permintaan bahan baku yakni kayu suren. Dimana kayu ini secara umum sangat baik untuk lebah.

Permintaan kayu suren untuk bahan kotak lebah atau stup melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu perajin kotak lebah asal Kebulusan Pejagoan Albait Nurfaozi mengaku sampai kewalahan memenuhi pesanan yang datang dari berbagai daerah. 

"Orderan naik tiga kali lipat sejak awal tahun. Dari peternak lebah Apis cerana, Apis mellifera, sampai kelulut Tetragonula itama semua minta stup dari suren. Stok saya sering habis," kata Albait Senin (1/6).

Untuk memenuhi permintaan, Albait mendatangkan kayu suren dalam bentuk glondongan langsung dari wilayah Bumiayu, Brebes. Kayu dipilih yang sudah cukup umur agar tidak mudah susut dan retak. 

Sesampainya di Kebumen glondongan dibelah dan diolah menjadi papan. Setelah kering dan diserut rata, papan-papan tersebut dikirim ke pengrajin rekanan di Semarang untuk dirakit menjadi kotak lebah siap pakai.

"Rantai pasoknya memang panjang. Dari Bumiayu glondongan, kami bikin papan, finishing dan rakit di Semarang biar dekat ke peternak di Pantura. Tapi tetap worth itu karena suren memang paling dicari," jelasnya.

Kayu suren jadi primadona untuk stup lebah karena beberapa keunggulan. Ringan tapi kuat, Mudah dipindah saat panen atau migrasi koloni, 

serta tapi tidak gampang lapuk. 

"Kayu suren juga isolasi suhu baik.  Serat kayu suren rapat tapi berpori mikro, sehingga suhu di dalam stup lebih stabil saat panas maupun hujan," ucapnya. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: