Polres Purbalingga dan Mafindo Latih 150 Pelajar Lewat Program AI Ready ASEAN
Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum membuka Pelatihan implementasi AI bagi pelajar dalam program AI Ready ASEAN di Aula Tien Catering.-Humas Polres Purbalingga untuk Radarmas-
PURBALINGGA – Sebanyak 150 pelajar dari 10 sekolah mengikuti pelatihan implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam program AI Ready ASEAN. Kegiatan ini digelar Polres Purbalingga bersama Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Kamis (9/4/2026).
Pelatihan berlangsung di Aula Tien Catering dengan menghadirkan pemateri dari Mafindo serta pendamping dari Polres Purbalingga. Kegiatan ini menjadi bagian dari program literasi AI yang digelar serentak di berbagai daerah.
Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum mengatakan, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman AI di kalangan generasi muda. Pelajar diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman terhadap AI bagi masyarakat khususnya generasi muda atau para pelajar,” ujarnya.
BACA JUGA:410 Personel Amankan Paskah di Purbalingga, Kapolres Turun Langsung Pantau Gereja
Program AI Ready ASEAN juga merupakan kerja sama Mafindo dengan Polda Jawa Tengah. Kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh kabupaten di Jawa Tengah serta 27 provinsi di Indonesia.
Kapolres menekankan pentingnya etika dalam penggunaan teknologi AI. Hal ini agar pelajar tidak menyalahgunakan teknologi untuk hal negatif.
“Kami berharap para pelajar ini semangat dalam mengikuti pelatihan, silakan manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Salah satu peserta, Muhammad Fadhil Sambachtiar dari SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga, mengaku pelatihan ini memberi banyak manfaat. Ia menilai AI kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Polres Purbalingga Bidik Predikat Pelayanan Prima 2026, Serap Masukan Publik Lewat FKP
“Pelatihan ini sangat penting diberikan kepada pelajar. Karena AI sekarang ini sudah merajalela dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi pemanfaatan AI secara kreatif hingga mengenali konten buatan AI. Salah satu yang menarik adalah praktik membuat musik dengan AI dan membedakan video asli dengan hasil rekayasa.
“Saya berharap pelatihan seperti ini bisa dilaksanakan lagi dengan materi yang lebih banyak lagi dengan waktu yang bisa lebih lama,” lanjutnya. (ads)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
