Angka Stunting Turun Hingga ke 7,58 Persen
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menyalurkan paket sembako kepada warga penerima manfaat dalam kegiatan Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge di Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan, Rabu (21/1).--
KEBUMEN - Kabupaten Kebumen berhasil menekan angka stunting hingga 7,58 persen pada tahun 2026. Turun signifikan hampir dua persen dibandingkan 9,17 persen pada 2024. Capaian tersebut didukung salah satunya melalui penguatan layanan kesehatan langsung ke masyarakat, seperti program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge” yang digelar Pemerintah Kabupaten Kebumen di Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan, Rabu (21/1).
Melalui program tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, dokter spesialis keliling (Speling), serta khitan massal bagi warga di wilayah terpencil. Layanan kesehatan yang disediakan meliputi pemeriksaan oleh dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, hingga dokter spesialis anak.
Sebanyak 300 warga tercatat menerima layanan pengobatan gratis dalam kegiatan tersebut. Selain itu, 10 anak mengikuti khitan massal yang dilengkapi dengan pemberian tali asih. Panitia juga menyalurkan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu sebagai bentuk dukungan sosial.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen dr Iwan Danardono melaporkan sepanjang tahun 2026, kegiatan serupa akan dilaksanakan sebanyak 24 kali atau dua kali setiap bulannya.
BACA JUGA:Inspektorat Dukung Kejari Usut Dugaan Penyalahgunaan Keuangan BUMD
Ia juga memaparkan keberhasilan penurunan angka stunting di Kebumen yang kini mencapai 7,58 persen, turun signifikan dari angka 9,17 persen pada tahun 2024.
"Berkat dukungan anggaran yang besar dari Ibu Bupati melalui pemberian susu PKMK, angka stunting turun hampir 2 persen. Selain itu, prevalensi anemia juga turun dari 20 persen menjadi 14 persen berkat program tablet tambah darah," papar dr. Iwan.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan kesehatan harus dirasakan secara merata oleh seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
Ia berpesan agar tenaga kesehatan selalu sigap, terutama dalam menangani kegawatdaruratan ibu hamil dan bayi.
"Saya ingin kesehatan merata seperti halnya pembangunan infrastruktur. Untuk tenaga kesehatan, saya minta utamakan penyelamatan nyawa. Urusan administrasi bisa menyusul kemudian," tegas Bupati Lilis.
Galih, warga Desa Kebagoran, mengaku sangat terbantu dengan adanya khitan massal ini.
"Anak saya kelas 5 SD bisa khitan gratis. Ini sangat meringankan beban warga," ungkapnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Bupati Lilis menyempatkan diri memborong 17 balon dagangan milik Neni, warga Pejagoan, untuk dibagikan kepada anak-anak secara gratis.
Tak hanya itu, dalam perjalanan pulang Bupati juga menghentikan kendaraannya di depan RA Integral Nurul Huda Pengaringan untuk menyapa anak-anak dan membagikan susu kotak kepada mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
