Peringati Hari Rabies Sedunia, 129 Hewan Peliharaan Disuntik di Banyumas
SUNTIK: Dokter Hewan menyuntik hewan peliharaan milik masyarakat dengan vaksin rabies pada peringatan Hari Rabies Sedunia, Selasa (28/9). DIMAS PRABOWO/RADARMAS
PURWOKERTO - Sembari membantu Bubu - kucing kesayangan - agar tetap tenang, Riska warga Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor terus mengelus-elus kepala kucing kesayangannya itu. Tujuannya agar tidak stres, saat dicek kesehatannya.
Bubu terlihat tidak tenang. Matanya terus menyapu, setiap sudut ruangan pemeriksaan. Ekornya tak henti-henti ia kibaskan.
Saat dicek suhu menunjukkan angka 39. Karena terlihat stres, Bubu didiamkan di kandang beberapa saat. Agar tenang kembali.
"Suhu maksimal 38. Kalau 39 itu sudah dianggap panas untuk kucing," kata drh.Indah Setyawati.
Menurutnya apapun hewan kalau suhunya diatas normal tidak boleh diadakan vaksinasi.
"Kecuali dia sakit karena demam harus diobati, tapi karena vaksinasi mau diberikan kekebalan tubuh diupayakan harus normal dan sehat," imbuhnya.
Binatang peliharaan ia katakan, memang mudah stres apabila berada di lingkungan baru. Terlebih bagi binatang peliharaan, yang waktunya banyak dihabiskan di dalam rumah saja.
"Setiap hewan itu punya kebiasaan dan emosional yang berbeda seperti manusia. Gampang gugup, dan stres karena banyak orang, dan tempat baru dia tidak pernah lihat komunitas lain," paparnya.
https://radarbanyumas.co.id/sudah-surati-gubernur-bupati-tatto-tagih-program-hujan-vaksin-capaian-baru-30-persen/
Pagi itu Selasa,(28/9) Riska daftarkan Bubu untuk ikut vaksinasi rabies di Laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya satu. Agar 'Bubu' sehat.
"Sempat stress, sampai 39 suhunya. Tapi sudah turun 38 tadi. Umur 8 bulan. Baru pertama kali ikut vaksin, biar sehat dan aman," jelasnya.
Sama dengan Riska, Yanti warga Ledug, Kecamatan Kembaran membawa 'Bolu' dan 'Inpus' untuk ikut vaksinasi. Ia ingin agar kedua kucingnya itu sehat.
"Senang sekali. Soalnya hari gini dapat vaksin gratis dapat tenang juga. Ini vaksin rabies lebih aman main dengan manusia," tuturnya.
Sadar banyak menghabiskan waktu bermain dengan kucing, ia ingin pastikan 'Bolu' dan 'Inpus' aman dari virus rabies.
"Nanti akan divaksin rutin. Jenis kucing campuran. Sudah tenang, kan satu rumah jadi harus sehat dan bersih. Setiap hari main bersama kucing," tuturnya.
Sementara itu Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Jan Ari Riyadi mengatakan, vaksinasi rabies yang dilakukan merupakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada setiap 28 September.
"Kuotanya 150. Untuk hewan peliharaan anjing, kucing, musang, dan kera," katanya.
Di Kabupaten Banyumas kasus rabies masih nihil sampai saat ini, pun di Jawa Tengah juga Jawa Timur.
"Yang ada terinfeksi itu Jawa Barat. Ini jadi upaya agar bisa terus mempertahankan status Banyumas nol kasus rabies," ucapnya.
Vaksin rabies bisa diberikan pada usia hewan peliharaan 3 sampai 4 bulan pertama. Kemudian diulang setiap, satu tahun sekali.
"Paling rawan untuk terkena rabies itu anjing, karena daya jelajahnya lebih jauh daripada kucing," ucapnya.
Soal rabies ia sebut ada dua tipe. Tenang dan agresif. Untuk tipe rabies tenang ciri-cirinya takut sinar matahari, mata merah, dan ekor masuk ke selangkangan.
"Kalau tipe agresif cenderung menyerang manusia. Air liur keluar dari mulut," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut ia sampaikan, sebanyak 129 hewan peliharaan yang terdiri dari 107 kucing, dan 22 anjing telah divaksinasi.
"Pengobatan hewan ada 23, terdiri dari satu ekor anjing, satu kelinci, dan 21 kucing," pungkasnya. (aam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
