Banner v.2

Pokémon Go Tak Mengancam, Namun Tidak Juga Mendidik

Pokémon Go Tak Mengancam, Namun Tidak Juga Mendidik

Pokémon Go tidak terbantahkan lagi menjadi game paling populer 2016 ini. Penyikapan yang dinilai berlebihan justru dinilai menjadi promosi besar-besaran dan gratis game augmented reality itu. Pengamat teknologi komunikasi Edi Santoso, memilih berpendapat berbeda dengan pemerintah yang menilai game berbasis Global Positioning System (GPS) itu membahayakan keamanan negara. Dosen Fisip Unsoed ini menilai Pokémon go tak lebih dari sebuah permainan. Tidak berbahaya bagi keamanan negara. Pasalnya, kamera yang terdapat di game tersebut hanya seperti game GPS pada umumnya. Pokémon Go "Kita ini kerap kali menyikapi berbagai fenomena dengan tanpa dasar ilmiah," ujarnya saat dihubungi Radarmas, Kamis (4/8). Kamera yang digunakan tidak sampai mampu mengakses aktivitas keamanan. Pendapat ini berdasarkan dengan pola Pokémon Go yang dimainkan menggunakan teknologi augmented reality. Teknologi ini hanya menggabungkan pemetaan GPS dengan animasi yang disimulasikan. "Jadi mereka meramunya dengan aplikasi Google Map yang dikemas dengan bagus di aplikasi tersebut," tutur dia. Penyikapan berlebihan menurut Edi Santoso justru akhirnya memberikan promosi gratis dan luar biasa besar kepada perusahaan pembuat. Pasalnya, game ini ternyata hingga kini belum dilauncing secara resmi di Indonesia. Namun isu yang beredar dari masyarakat, permainan itu sangat membahayakan dari segi keamanan negara. Meski sempat permainan ini diklaim mempunyai muatan yang memberikan edukasi. Edi Santoso juga berpendapat lain. "Pendapat saya, permaian ini tidak memiliki unsur pendidikan. Namun masyarakat sudah menanggapinya berlebihan hingga perang komentar di medsos," herannya. Justru kata Edi, game ini berdampak buruk terhadap tersitanya waktu pemain. Sebab dalam game itu, pemain dituntut untuk mencari karakter animasi Pokemon di penjuru tempat. Dengan menggunakan telepon seluler, mereka berlomba-lomba mencari karakter tersebut yang sudah dirancang dalam game itu. "Dengan aplikasi GPS itu, pemain diharuskan mencari ke segala arah. Hal itulah yang sangat menyita waktu," imbuh dia.(rez/acd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: