Rizky Mieko Wakili Indonesia di Belgium Open Pencak Silat 2026
Atlet pencak silat Banjarnegara, Rizky Mieko, dari kota kecil bersiap menembus panggung dunia.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
Siap Harumkan Nama Banjarnegara
JEJAK sunyi dari kota Dawet Ayu, Rizky Mieko dan mimpi yang menyeberang ke Belgia. Langkahnya dimulai dari gelanggang sederhana, dari latihan yang tak selalu mudah.
Keringat, cedera, dan kekalahan menjadi bagian dari proses panjang yang jarang terlihat. Hingga akhirnya, satu momen mengubah arah: medali emas di kejuaraan nasional pencak silat.
PUJUD ANDRIASTANTO, Banjarnegara
Mieko kini resmi menjadi bagian tim Indonesia di ajang Belgium Open Pencak Silat Championship 2026, yang akan digelar pada 24–26 April mendatang. Dia akan turun di kelas C putra kelas yang dikenal keras, cepat, dan penuh tekanan.
Di tengah persaingan global, Mieko membawa nama Banjarnegara, daerah yang mungkin tak selalu disebut dalam peta olahraga nasional, tapi diam-diam menyimpan tradisi panjang pencak silat.
BACA JUGA:Dari Banjarnegara ke Belgia, Rizky Mieko Siap Ukir Prestasi Internasional di Belgium 2026
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, melihat Mieko sebagai simbol dari kebangkitan itu.
“Kesempatan ini penting untuk menambah jam terbang. Kami berharap dia bisa tampil maksimal dan membawa hasil terbaik,” ujarnya.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Banjarnegara terus melahirkan pesilat-pesilat muda. Dari level pelajar hingga nasional, nama-nama baru bermunculan. Sekolah-sekolah, perguruan silat, hingga organisasi seperti IPSI bergerak membangun fondasi yang lebih kuat.
Nama-nama seperti Lutfan Budi Santoso, Triana Ragil, dan Galang lebih dulu membuka jalan ke level internasional. Kini, Mieko melanjutkan cerita itu.
Di usianya yang masih muda, Mieko juga sudah diproyeksikan menjadi andalan Banjarnegara di Porprov Jawa Tengah 2026. Targetnya jelas, emas. Tapi sebelum itu, Belgia adalah ujian sebenarnya.
Di sana, Mieko tak hanya melawan lawan dari berbagai negara, tapi juga ekspektasi dari pelatih, daerah, hingga dirinya sendiri.
Banjarnegara mungkin tak punya gedung olahraga megah atau fasilitas kelas dunia. Tapi dari tempat yang sederhana itulah, lahir atlet-atlet dengan daya juang tinggi.
Dan ketika Mieko nanti berdiri di arena, mengenakan seragam Merah Putih, ada satu hal yang ikut berdiri bersamanya, harapan dari sebuah kota kecil yang percaya, bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
