Tri Hartono, Guru Sekolah Dasar Tebar Manfaat lewat Seni, Karya Aransemen Mars Terbang hingga Internasional
Tri Hartono bersama organ kesayangan yang telah menghasilkan banyak karya hingga diperdengarkan di kancah internasional, Kamis (18/9).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
Tri Hartono moncer sebagai music arranger khususnya lagu mars. Hanya butuh waktu sekejap, sendiri dalam sunyi dan hening dini hari untuk menghasilkan karya. Salah satu aransemennya pernah diputar di Turki.
FIJRI RAHMAWATI, Banyumas
DARAH seni kental mengalir dalam tubuh Tri, sapaannya. Warisan tak ternilai harganya yang berasal dari kakek, katanya. Sehingga seringkali didapuk untuk mengaransemen lagu mars.
Salah satu aransemen lagu karya Kepala SDN 2 Sumpiuh ini adalah mars Pustaka Bergerak Indonesia (PBI). Lagu yang diputar di berbagai acara literasi tingkat nasional. Bahkan merambah hingga kancah internasional, ketika pameran Pustaka Bergerak di Istanbul Biennial 2022 silam di Turki.
"Sering diminta untuk aransemen musik. Misalnya dari sekolah ingin mempunyai mars, lomba cipta lagu. Terbaru, kemarin awal Agustus membuat mars Kecamatan Sumpiuh, Sumpiuh Sumringah, bersama pak camat," kata ayah dua anak itu, Kamis (18/9).
Suami Warastuti Any Anggorowati ini menceritakan bahwa nada untuk lagu mars kecenderungan mirip. Oleh karena itu, Tri menekankan harus menciptakan aransemen berbeda dari yang telah ada. Jangan sampai terjadi kesamaan.
Terkait hal tersebut, warga Kelurahan Kebokura Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas ini terus memperbanyak referensi lagu-lagu mars. Agar memperoleh nada baru yang unik dan easy listening.
"Penting juga untuk perhatikan cengkoknya, ini akan membedakan dengan lagu mars-mars yang sudah ada sebelumnya," terang warga RT 1 RW 1 ini.
Lagu mars merupakan simbol motivasi dan sebagai sarana penyemangat. Oleh karena itu, musiknya pun harus dibuat dengan sepenuh hati. Tri mencurahkan kemampuannya agar hasilnya memuaskan.
Tri mengaku ketika mengaransemen lagu mars tidak mengalami kesulitan mencari nada baru maupun cengkok. Meskipun tidak sembarang waktu untuk melakukannya. Butuh ketenangan dan kesendirian dalam menghasilkan karya.
"Tidak butuh waktu lama untuk aransemen lagu mars, hanya dalam waktu 24 jam jadi. Tapi, ada waktu khusus yang harus konsentrasi untuk mendapatkan nada baru dan cengkok, antara pukul 02.00 sampai subuh," kisah pehobi badminton ini.
Meski aktivitasnya sebagai guru sekolah dasar sudah menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran. Tri selalu memiliki semangat membara ketika ada yang mendapuk dirinya untuk mengaransemen lagu.
Tak hanya itu, Tri membuka les seni di rumahnya untuk anak SD, SMP dan SMA sederajat. Tiap kali musim lomba di bidang seni tiba. Jadwal les seketika membludag. Muridnya mayoritas dari wilayah Banyumas timur. Ia telah mengantarkan banyak anak mengukir prestasi.
"Saya juga biasa nglaras di sekolah yang memiliki gamelan, tidak perlu dibayar. Bagaimana bisa bermanfaat untuk banyak orang melalui seni," tandas penyuka mancing ikan ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

