Banner v.2

Teti Dorong K2 Diangkat PNS

Teti Dorong K2 Diangkat PNS

KUNKER CPNS : Kunjungan kerja perseorangan Teti Rohatiningsih membahas masalah CPNS. (HARYADI NURYADIN/RADARMAS) WANAREJA - Momen Kunjungan Kerja Perseorangan Anggota DPR RI, Teti Rohatingsih di Kabupaten Cilacap, kembali menegaskan pentingnya penambahan keberadaan PNS di Cilacap. Dia bahkan mendorong agar pemerintah pusat merampungkan pengangkatan honorer K2 menjadi PNS. "Kouta CPNS kemarin kan tidak sesuai harapan. Karena itu kami di Komisi II DPR RI meminta pemerintah agar mengangkat honore K2. Ya secara bertahap karena masih tersisa delapan puluh ribuan," terang Teti, Sabtu (28/12) kemarin. Menurutnya, selama ini pemerintah pusat selalu beralasan penambahan kuota PNS akan membebani anggaran pemerintah daerah. Ini karena gaji pegawai negeri bersumber dari APBD yang sebagian besar sudah tersedot untuk belanja langsung. Termasuk didalamnya adalah gaji pegawai negeri. Namun dilapangan, kekurangan pegawai ini menjadi masalah besar. Sebut saja kekurangan jumlah guru SD dan SMP yang ada di Kabupaten Cilacap. Dengan hitungan kasar, jumlah guru di Cilacap setidaknya butuh 4000-an dengan membandingkan jumlah penduduk. "Belum lagi yang tiap tahun pensiun. Hingga sekarang banyak SD yang hanya ada satu atau dua PNS saja," katanya. Kekurangan serupa juga terjadi pada guru SMP. Hal ini yang mendorong Pemerintah Kabupaten Cilacap mengeluarkan Surat Perintah Tugas (SPT) bagi guru honorer. Surat ini kemudian menjadi dasar bagi pemeritnah kabupaten untuk memberikan tunjangan bagi mereka yang nilainya disesuaikan kemampuan anggaran. "Semula mereka (guru honorer) dapat 500-an ribu. Dan kalau tidak salah tahun ini ditambah lagi," katanya. Kekurangan ini belum menghitung guru yang mengajar di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mulai dari guru TK, RA atau Kelompok Bermain (KB). "Dulu kan ada tunjangan dari pusat yang kemudian hilang. Dari provinsi juga sudah tidak ada lagi. Ini juga jadi perhatian kami di DPR RI," tandasnya. (har)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: