Ikan Paus Sepanjang 8 Meter Terdampar di Ujungmanik Cilacap
ISTIMEWA
TERDAMPAR : Seekor paus sepanjang 8 meter dan lebar 1,5 meter terdampar di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Sabtu (21/12).
CILACAP - Seekor paus warna hitam sepanjang 8 meter dengan lebar 1,5 meter, terdampar di perairan Sapu Regel, Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten pada Sabtu (21/12) sekitar pukul 06.00.
Keberadaan paus yang masih hidup, pertama kali diketahui oleh nelayan yang akan menjaring ikan. Mereka melihat paus terjebak di pohon bakau dan nipah di sekitar Sungai Ujungmanik.
Kepala Desa Ujungmanik Sugeng Budiyatno mengatakan, nelayan yang mengetahui adanya paus terdampar langsung menginformasikan kepada nelayan lainnya.
Sekitar pukul 04.00 hingga 05.00, air laut sedang pasang besar. Saat itu paus ikut terbawa arus ke sungai. Ketika air mulai surut sekitar pukul 06.00, paus terdampar dan tidak bisa kembali ke laut.
"Kemungkinan paus ini sampai ke Sungai Ujungmanik saat terjadi pasang besar. Tetapi setelah surut, paus terjebak dan tidak bisa kembali ke laut," jelas Sugeng kemarin.
Ketika pertama kali ditemukan, ikan paus mengalami luka di bagian mulut. Ini kemungkinan karena terjadi benturan saat terdampar.
Sugeng menambahkan, nelayan yang mengetahui keberadaan paus awalnya takut dn kawatir untuk mendekat. Karena ini merupakan kejadian pertama paus terdampar di perairan Ujungmanik.
Didampingi Polsek Kawunganten, Polair dan Lanal Cilacap, dan sekitar 30 nelayan, dilakukan evakuasi ikan paus ke laut lepas.
Bobot paus yang cukup berat, sempat membuat nelayan kesulitan dalam evakuasi. Selain itu, kondisi perairan yang masih surut juga menyulitkan evakuasi.
Meski demikian, nelayan tetap melakukan evakuasi secara manual dengan sebagian menariknya dan mendorongnya menggunakan perahu. Setelah sekitar 3 jam yakni sekitar pukul 09.30, evakuasi akhirnya berhasil.
"Alhamdulillah bisa didorong sampai ke Pelawagan Nusakambangan bagian barat, dan kembali ke laut lepas," imbuh Sugeng.
Koordinator Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP) Nusakambangan Timur, Tarmuji mengatakan, tubuh paus yang cukup berat dan bergerak saat dievakuasi menyulitkan nelayan saat evakuasi.
"Setelah dibantu Pemerintahan Desa Ujungmanik dan Polsek Kawunganten, paus berhasil dievakuasi," kata dia. (nas)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

