Banner v.2

13 Desa di Cilacap Terpasang EWS

13 Desa di Cilacap Terpasang EWS

istimewa PERINGATAN DINI LONGSOR : Sebanyak 13 desa di wilayah barat Kabupaten Cilacap sudah terpasang EWS untuk mendeteksi gerakan tanah sebagai antisipasi bencana tanah longsor. MAJENANG - Sebanyak 13 desa di wilayah barat Kabupaten Cilacap, sudah terpasang alat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Alat ini merupakan bantuan dari berbagai pihak. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah hingga Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Satu unit EWS terakhir dipasang oleh UGM dan ditempatkan di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, alat ini terpasang di daerah rawan bencana tanah longsor. "Sebagai mana fungsinya, alat ini untuk mendeteksi gerakan tanah," katanya melalui Kepala UPT BPBD Majenang, Edi Sapto Prihono. Kerja sama UGM dengan BPBD Kabupaten Cilacap sebelumnya sudah pernah dilakukan. Tepatnya di Dusun Sueket Hilir dan Dukuh Tengah Desa Majingklak. Tim dari UGM memberikan pelatihan bagi warga. Latihan berupa proses evakuasi dan memberikan pertolongan. Tim juga menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul. Saat ini, peralatan tersebut terkoneksi dengan piranti pemantauan di kantor UPT BPBD Majenang. Terutama EWS yang terpasang di sejumlah titik yang dekat dengan kantor itu. "Ada monitor di kantor kami," kata dia. Dia merinci, alat ini terpasang di sejumlah desa di Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu dan Karangpucung. Lokasi yang dipilih adalah desa rawan longsor atau pergerakan tanah. Salah satu desa itu adalah Ujungbarang Kecamatan Majenang. "Desa ini rawan longsor," kata dia. (har)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: