Pertamina Resmikan Kampung Iklim Mernek
SIMBOLIS : GM Pertamina MOR IV Iin Febrian potong pita sebagai simbol diresmikannya Desa
Mernek sebagai kampung iklim.
Program CSR Pemberdayaan Lingkungan dan Masyarakat
CILACAP–Sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) meresmikan Kampung Iklim “Mernek Jenek” yang merupakan program pemberdayaan lingkungan dan masyarakat berkesinambungan.
Program CSR yang berada di sekitar wilayah operasional Terminal BBM Maos ini diresmikan langsung oleh Iin Febrian selaku General Manager MOR IV dan dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Cilacap, Wasi Ariyadi selaku perwakilan dari pemerintah daerah.
Istilah “Mernek Jenek” memiliki maksud atau harapan agar warga masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Mernek dapat tetap tinggal ditempat tinggalnya dan tidak berpindah tempat ke kota lain atau menjadi TKI untuk mencari pekerjaan.
Selain itu peluncuran program Mernek Jenek "Kampung Iklim" merupakan bukti tindak lanjut dari tunjuknya Desa Mernek sebagai Desa Proklim oleh Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Cilacap.
Program ini bermula dari banyaknya urbanisasi yang dilakukan masyarakat Desa Mernek untuk pindah ke kota-kota besar. Fokus dari program ini pun salah satunya menitikberatkan pada penciptaan lapangan pekerjaan, kemandirian serta berfokus pada lingkungan di wilayah desanya dan tentu saja dengan Empat Pilar Mernek Jenek (4P MJ) yang diciptakan.
Iin Febrian selaku GM Pertamina MOR IV mengungkapkan program ini
diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Dengan kerjasama yang terjalin antara masyarakat desa dan Pertamina atau dalam hal ini TBBM Maos, diharapkan potensi-potensi yang dimiliki masyarakat dapat terus tumbuh serta dapat menjadi desa yang mandiri sesuai dengan pilar-pilar yang dibentuk,” terang Iin.
Iin berharap dengan adanya program tersebut, warga yang bertempat tinggal di Desa Mernek tidak berpindah tempat ke kota lain atau menjadi TKI untuk mencari pekerjaan. Program ini pun bermula dari banyaknya urbanisasi yang dilakukan masyarakat Desa Mernek untuk pindah ke kota-kota besar.
"Fokus dari program ini pun salah satunya menitikberatkan pada penciptaan lapangan pekerjaan, kemandirian serta berfokus pada lingkungan di wilayah desanya dan tentu
saja dengan empat pilar Mernek Jenek yang diciptakan," imbuhnya.
Kepala Desa Mernek Bustanul Arifin mengatakan sekarang yang sudah mulai berjalan adalah sektor pertanian karena desa setempat mengembangkan benih padi dengan varietas khas Mernek, budi daya ikan gurame, makanan olahan dan pemanfaatan sampah
plastik.
"Kami baru memanfaatkan sampah plastik untuk ecobricks dan kerajinan. Tetapi dengan adanya program kampung iklim, kami dibantu peralatan komposter yang akan mengolah pupuk organik. Sementara ini yang melakukan pengelolaan adalah para ibu yang
berada di sembilan RW di Desa Mernek," tutur Bustanul. (*/adv)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

