Menang Besar, PSCS Tetap Gagal ke Babak 8 Besar
RAYKADIAH/RADARMAS
MENANG : Pemain PSCS Cilacap Syaiful Bahri melakukan selebrasi usai mencetak gol. INSERT : Supporter PSCS menyalakan kembang api saat pertandingan berlangsung
.
4 PSCS vs PSGC 0
CILACAP - Menjamu PSGC Ciamis dalam pertandingan pamungkas Liga 2, Senin (21/10) kemarin di Stadion Wijakusuma Cilacap. PSCS Cilacap berhasil menang besar dengan skor 4-0. Meski demikian, hasil itu tak mengubah peruntungan PSCS di Liga 2 2019 ini, mengingat pada pertandingan lain, PSMS juga berhasil menuntaskan perlawanan Babel United di Medan.
Tambahan tiga poin di laga kemarin, membuat Cilacap berhasil mengoleksi 36 poin. Namun, mimpi PSCS untuk melaju ke babak 8 besar terbuyarkan lantaran PSMS Medan berhasil membantai tim tamu dengan skor 4-1. Hal ini membuat nilai akhir PSMS pada fase awal Liga 2 2019 menjadi 37 poin, sekaligus menempati posisi keempat Grup Barat. Sementara PSCS harus puas menempati posisi ke-5 wilayah Barat Liga 2 2019.
Terkait hasil tersebut, Djoko Susilo, Pelatih Kepala PSCS Cilacap, meminta maaf kepada para supporter PSCS Cilacap lantaran tidak bisa membawa timnya ke babak 8 besar. Kendati demkian, ia bangga bisa bermain secara bermartabat.
"Mohon maaf tidak bisa membawa ke 8 besar, namun seharusnya kita layak berada di Liga 1. Yang jelas saya beserta pemain dan manajamen sudah berusaha. Target tidak terdegradasi sudah terlampaui, namun target 8 besar tidak dan kita tetap di 5 besar," kata Djoko.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada manajemen PSCS, lantaran ia dipercaya melatih para tim Hiu Selatan.
"Terima kasih karena manajemen percayakan kepada saya, bahwa kita tidak pernah membeli suatu pertandingan walau kita bermain di kandang. Kita ingin sepak bola yang bermartabat," tegasnya.
Pada laga pamungkas Liga 2 2019 kemarin, PSCS bermain all out saat menjamu PSGC Ciamis. Kedua tim sama-sama bermain menyerang. Pada menit ke 25' Syaiful Bahri berhasil mengeksekusi gol perdananya ke gawang PSGC Ciamis melalui tendangan pinalti. Demi menjaga martabatnya, PSCS terus berusaha menyerang gawang PSGC.
Syaiful kembali membuka peluang, namun sayang tendangan bebas nya gagal karena membentur samping kiri gawang. Di menit-menit akhir babak pertama, Syaiful Bahri kembali mengecoh permainan lawan, hingga pada menit ke 40' ia kembali membobol pertahanan mantan kiper Persis Solo. Masuk ke babak ke dua, PSCS kembali bermain beringas. Syaiful Bahri kembali memborong gol di menit ke 77'.
Namun sayangnya, pertandingan harus terhenti 10 menit lantaran aksi supporter Laskar Nusakambangan melakukan aksi protes masuk lapangan dan menyalakan kembang api lantaran PSCS gagal masuk ke babak 8 besar. Akibat aksi tersebut, PT Liga Indonesia Baru menyoroti aksi para supporter. Dan PSCS harus menanggung ulah tersebut.
Pertandingan kembali dilanjutkan, dimenit-menit terakhir PSCS kembali membobol gawang PSGC Ciamis di menit 80' melalui tendangan bebas dari Gustur Cahyo. Gol tersebut menutup pertandingan terkahir PSCS Cilacap dengan skor 4-0.
Terkait insiden tersebut, Djoko berharap tim dan manajemen bisa sama-sama membangun PSCS lebih baik, termasuk supporter yang harus bisa lebih dewasa.
"Harapan kami ke depan lebih ditata. Yang masuk disini hanya satu Lanus. Tidak ada yang lain. Akibat aksi supporter tadi, ini jelas terkena denda. Sangat disayangkan harus banyak dibenahi jika ke dapan ingin lebih baik,"
Sementara itu, Pemain PSCS Cakra Yuda, mengucapkan terima kasih kepada para pelatih dan manajemen, ia dan rekannya sudah berusaha maksimal untuk bertanding di Liga 2 2019.
"Saya mewakili teman-teman alhamdulillah bisa untuk kompetisi dengan hasil maksimal. Kita sudah berusaha dan semoga para supporter juga bisa semakin dewasa, dan sepak bola Indonesia lebih baik lagi," kata Cakra.(ray)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
