Banner v.2

Rumah Warga Jeruklegi Wetan Terbakar

Rumah Warga Jeruklegi Wetan Terbakar

ISTIMEWA KEBAKARAN : Petugas damkar melakukan pemadaman pada sebuah rumah yang terbakar di Desa Jeruklegi Wetan Kecamatan Jeruklegi kebakaran, Kamis (17/10). CILACAP- Kebakaran perlu diwaspadai saat musim kemarau seperti ini. Seperti yang terjadi pada salah satu rumah di Jalan Salak RT 08 RW 03 Desa Jeruklegi Wetan Kecamatan Jeruklegi. Rumah tersebut terbajar pada Kamis (17/10) sekira pukul 09.00. Seorang saksi kejadian yang juga pemilik rumah, Parno mengatakan, saat itu dia sedang tidur, dan terbangun sekitar pukul 09.00, setelah mendengar percikan api, yang ketika dicek ternyata api sudah besar di bagian dapur. Dia kemudian teriak minta tolong, dan dibantu oleh warga sekitar memadamkan api dengan alat seadanya. Salah satu warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Damkar Cilacap. Damkar Pos Cilacap tidak lama kemudian meluncur ke lokasi dengan mobil Damkar 3000 liter dengan respon time 20 menit. Tidak cukup satu mobil, satu mobil Damkar lainnya yang berkapasitas 5000 liter menyusul ke lokasi kebakaran. "Pemadaman hanya berlangsung beberapa menit, karena api sudah kecil," ucap Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap Yuliaman Sutrisno melalui Plt Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar)Kabupaten Cilacap, Supriyadi. Dari keterangan sejumlah saksi, diduga penyebab kebakaran karena tungku api yang ditinggal pergi oleh pemilik rumah. "Dan kebetulan ada banyak tumpukan kayu di sebelah tungku api, yang memudahkan api merambat," imbuhnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. Tetapi kerugian ditaksir lebih dari Rp 30 juta "Kerugian itu dari uang kurang lebih Rp 10 juta, emas sekitar 30 gram, padi 50 kg, dan bangunan rumah," ucapnya. Hal serupa juga terjadi satu hari sebelumnya. Rumah milik Sardo (50) warga RT 01 RW 04 Dusun Sukajadi Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur nyaris lenyap akibat terbakar, Rabu (16/10) siang. "Saat kejadian pemilik rumah sedang ke ladang," ujar Andriana, Staf Pemerintahan Bagian Kamtibmas Desa Matenggeng. Dijelaskannya, api berasal dari tungku yang dipakai untuk memasak gula merah. Karena dibiarkan, api lalu merambat ke tumpukan kayu kering yang ada di sekitarnya. Dari situ, api berkobar hingga merusak seluruh dapur dan bagian atap. Akibat kejadian ini, Sardo mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta. "Kerugian mencapai tiga juta," katanya. (nas/har)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: