Banner v.2

Mulai Hujan, Krisis Air Bersih Masih Berlanjut

Mulai Hujan, Krisis Air Bersih Masih Berlanjut

TETAP DROPING : Hujan di akhir musim kemarau belum membuat perubahan. BPBD Kabupaten Cilacap terus mengirimkan air bagi warga terdampak kekeringan. ISTIMEWA MAJENANG - Hujan dengan intensitas rendah dan mulai dirasakan warga, dianggap belum bisa membawa perubahan. Hujan ini tetap membuat desa yang mengalami kekeringan, harus tetap mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cilacap. "Hujan belum membawa pengaruh," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, Selasa (28/8) kemarin. Dia menambahkan, hujan baru akan membawa pengaruh besar ketika sudah masuk musim basah. Kondisi ini baru akan terjadi pada Oktober mendatang, atau sesuai dengan perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Informasi itu menyebutkan, musim kemarau baru akan berakhir pada bulan ini. Sementara pada September menjadi musim peralihan. Untuk Kabupaten Cilacap, musim penghujan baru akan terjadi pada dasarian ke 3 atau 10 hari terakhir Oktober mendatang. "Menurut BMKG, kekeringan sampai dengan Oktober," kata dia. Karena itulah, pihaknya tetap akan mendistribusikan air bersih bagi desa yang terdampak kekeringan. Sampai dengan 25 Agustus ini, sudah ada 269 tanki yang didistribukan bagi 17.276 keluarga. Mereka tersebar di 44 desa dan 18 kecamatan. (har)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: