Hidrant Rusak Hambat Penanganan Kebakaran
CEK: Petugas Pos Damkar Majenang memeriksa hidrant yang ada di Majenang. HARYADI NURYADIN/RADARMAS
MAJENANG - Sejumlah hidrant air yang ada di pusat kota Majenang, ternyata kondisinya sudah memprihatinkan. Beberapa diantaranya sudah mengalami kerusakan akibat terpengaruh cuaca dan menimbulkan korosi. Hingga penutup fasilitas ini tidak bisa dibuka sama sekali.
"Ada tiga yang rusak," ujar Kepala Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Majenang, Sartono, Rabu (31/7) kemarin.
Dia menjelaskan, lokasi hidrant rusak itu ada di komplek alun-alun, Jalan Ki Adeg dan Taman Kota. Hidrant di Jalan Ki Adeg yang padat oleh perumahan warga ini sulit dibuka. Hingga petugas sempat mengalami kesulitan saat melalukan pemeriksaan, beberapa waktu lalu. Sementara yang ada di Taman Kota, hidrant sudah bocor hingga air nampak mengalir keluar. "Ada juga yang sulit dibuka," katanya.
Dia mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh hidrant ini bisa dipakai sewaktu-waktu. Pasalnya, keberadaan alat ini memang ditujukan untuk memudahkan petugas pemadam mendapatkan air ketika terjadi kebakaran.
Pihaknya sendiri sudah berkoordinasi dengan PDAM Majenang, sebelum menggelar pemeriksaan tersebut. Tujuannya untuk mengetahui lokasi mana saja yang memiliki tekanan air kuat.
Terlebih ancaman kebakaran saat ini relatif lebih tinggi karena pengaruh musim kemarau. Udara yang kering dan tiupan angin kencang, kerap memudahkan percikan api menjalar ke berbagai tempat hingga menimbulkan kebakaran besar.
"Hingga kita tidak kesulitan dapat air karena saat kekabaran, semua harus cepat. Termasuk nyari air," kata dia.
Ditambahkannya, pemeriksaan ini sudah menjadi keharusan bagi petugas guna mengetahui kondisi peralatan dan sarana pendukung. Dengan demikian, bisa dengan cepat mendeteksi jika ada masalah pada sarana pendukung tersebut. Apalagi hidrant memang rawan mengalami masalah karena berada di luar ruangan hingga mudah sekali mengalami korosi. "Bisa karena karaten karena kena hujan dan panas. Seyogyanya memang diperiksa tiap dua atau tiga bulan sekali," tandasnya.
Di Kecamatan Majenang ada 23 hidrant dan terbebar di berbagai lokasi. Mayoritas dekat dengan sarana umum, perkampungan warga atau gedung pemerintah. Demikian juga dengan pasar, hotel atau tempat hiburan. Selama ini, hidrant di dalam kota kerap dijadikan andalah petugas Damkar untuk mendapatkan air saat terjadi kebakaran. (har)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

