Tolak Relokasi SD, Warga Ngadu ke Bupati
AUDIENSI : Warga Dusun Winong beraudiensi dengan PLTU S2P Cilacap yang difasilitasi Bupati di Ruang Prasanda Komplek Pendopo Wijayakusuma Sakti Cilacap, Rabu (31/7). NASRULLOH/RADARMAS
CILACAP - Kabar relokasi SD Negeri Slarang 03 yang disampaikan PLTU S2P Cilacap, mendapat pertentangan dari wali murid. Karena mereka merasa tidak pernah diajak musyawarah oleh pihak PLTU terkait relokasi sekolah tersebut.
"Yang kami tahu, belum pernah ada sosialisasi kalau SD N Slarang 03 akan pindah," Ucap salah satu wali murid SD Negeri Slarang 03, Saeful Anwar, saat audiensi dengan PLTU yang difasilitasi oleh Bupati Cilacap, di Ruang Prasanda Komplek Pendopo Wijayakusuma Sakti Cilacap, Rabu (31/7).
Dirinya mengaku pernah mendapatkan kabar kalau ada undangan kepada wali murid dari pihak sekolah terkait keberadaan sekolah yang lokasinya berdekatan dengan PLTU.
"Itu juga tidak semua wali murid diundang, hanya perwakilan saja. Oleh karena itu kami ke sini minta kejelasan dari PLTU soal SD N Slarang 03. Kalau dari warga sendiri sebenarnya berharap tidak dipindah. Karena antara SD N Slarang 03 dan PLTU lebih dulu berdiri SD N Slarang 03," imbuh dia.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FWWPL) Riyanto menyampaikan 11 keluhan dan tuntutan warga Winong terdampak PLTU kepada PLTU S2P Cilacap melalui Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Kemarin.
Salah satunya adalah TPS Fly Ash dan Bottom Ash harus pindah secepatnya, dikarenakan pembuangan masih dilakukan oleh PLTU Cilacap saat ini, padahal managemen PLTU dengan warga sudah sepakat kalau limbah B3 akan diberikan kepada pihak ke 3.
Kemudian dengan adaanya pengadaan paranet menurut warga juga tidak sesuai dengan kesepakatan awal, karena paranet tidak dapat menyelesaikan masalah limbah B3 ini. "Maka dari itu perlu kami sampaikan dan tanpa adanya pengurangan apapun bahwa PLTU harus memindah Fly Ash dan Bottom Ash dari pemukiman warga," ujarnya.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengungkapkan, meski PLTU merupakan proyek nasional, yang peruntukannya tidak hanya untuk Cilacap, tetapi juga kebutuhan listrik Jawa Bali, tidak kemudian menyampingkan dampak kepada warga sekitar.
"Tidak bisa mengesampingkan warga yang ada di sana. Saya percaya tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan, semua bisa diselesaikan," ucap Tatto.
Tatto juga menyampaikan, apa yang menjadi tuntutan warga tidak semuanya akan terpenuhi. Karena ada batasan. "Batasan ini yang perlu dipertemukan," imbuhnya.(nas)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

