Banner v.2

Situs Gunung Jambu Rusak

Situs Gunung Jambu Rusak

ARCA PATAH : Arca di situs Gunung Jambu rusak karena faktor alam. HARYADI NURYADIN/RADARMAS WANAREJA - Lingga dan arca sapi di Situs Gunung Jambu yang ada di perkebunan karet di Dusun Cilongkrang Selatan Desa Cilongkrang Kecamatan Wanareja, mulai rusak. Kondisi ini terjadi karena faktor cuaca. Kerusakan terlihat dari pecahnya beberapa batu yang menjadi unsur utama situs tersebut. "Rusak karena pengaruh cuaca," ujar Kepala Dusun Cilongkrang Selatan, Untung Mochamad Rizal, Menurutnya, kerusakan ini tidak bisa dihindari karena seluruh bangunan situs berada di alam terbuka. Hingga batu akan dengan mudah terkena air hujan. Demikian juga dengan panas terik matahari saat musim kemarau seperti sekarang ini. Mengatasi hal ini, warga setempat sudah berupaya melakukan perawatan. Seperti mengikat batu arca yang pecah itu dengan kawat. Tujuannya agar batu tidak runtuh atau bertambah rusak. Sementara kerusakan pada lingga, untuk sementara belum tertangani. Batu nampak mulai mengalami proses pelapukan dan ditumbuhi lumut. "Warga hanya bisa melakukan itu. Batu yang pecah diikat dengan kawat," katanya. Pemerintah Desa Cilongkrang sejak beberapa waktu lalu sudah berupaya untuk mengajak pihak terkait. Tujuannya ada perhatian agar situs ini bisa terhindari dari kerusakan lebih parah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengusulkan agar hutan di sekitar situs masuk dalam kawasan pengawasan. "Misal dijadikan kawasan cagar budaya. Biar lebih ada perhatian," ujar Sekretaris Desa Cilongkrang, Rohmanudin. Selain itu, pemerintah desa juga sudah sepakat dengan warga menjadikannya sebagai tempat wisata. Dengan demikian, tempat ini akan membawa manfaat bagi warga setempat. "Ini sudah kita upayakan," katanya. Salah satu pertimbangannya adalah dengan melihat lokasi situs yang berada di puncak bukit Gunung Jambu. Dari puncak bukit, warga bisa ujung Sungai Citanduy yang ada di Kecamatan Kedungreja dan ada di sisi barat situs. Sementara di sisi timur, terbentang hamparan sawah yang sangat luas. "Ini bisa dijadikan atraksi tersendiri jika sudah dibuka untuk wisata," katanya. (har)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: